Sabtu, September 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

by dimas
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabar duka datang dari Kabupaten Aceh Jaya. Nyak Sandang, sosok dermawan yang ikut menyumbangkan hartanya untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) siang. Kepergiannya meninggalkan jejak sejarah yang tak tergantikan.

Berpulang di Usia Senja

Nyak Sandang mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, sekitar pukul 12.00 WIB.

Camat Jaya Syamsuddin Rani membenarkan kabar tersebut.

“Iya benar, Nyak Sandang (ayah) meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan, masyarakat setempat sangat kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan.

Ini Belum Selesai

Ban Lepas di Perlintasan, Pikap Tertemper KA Sembrani di Kendal

Wali Kota Madiun Nonaktif Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan

“Kami semua berduka atas kepulangan beliau,” tegasnya.

Kondisi Menurun, Bukan Karena Sakit Berat

Pihak keluarga menyebut kondisi almarhum memang sudah melemah karena faktor usia.

Cucu Nyak Sandang, Ataillah menjelaskan bahwa sang kakek tidak mengalami sakit serius.

“Kondisinya memang sudah melemah, tapi bukan sakit parah yang harus dirawat di rumah sakit. Usia beliau genap sekitar 100 tahun,” jelasnya.

Dari Tanah dan Emas untuk Negeri

Nama Nyak Sandang tercatat dalam sejarah Indonesia. Pada usia 23 tahun, ia mengambil keputusan besar: menjual sepetak tanah dan 10 gram emas demi membantu negara.

Hasil penjualan itu ia serahkan kepada pemerintah untuk mendukung pembelian pesawat pertama Indonesia.

Saat itu, Presiden Soekarno menerima sumbangan dari masyarakat Aceh yang mencapai 120.000 dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli dua pesawat yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002 tonggak awal penerbangan nasional.

Pertemuan Hangat dengan Presiden Jokowi

Perjalanan hidup Nyak Sandang juga mempertemukannya dengan Presiden Joko Widodo pada 21 Maret 2018 di Istana Negara.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan tiga permohonan: operasi katarak, pembangunan masjid di kampung halamannya, serta keinginan menunaikan ibadah haji.

“Baik, nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak, kan, operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya,” ujar Presiden Jokowi saat itu.

Selain itu, Presiden juga berjanji menindaklanjuti permintaan pembangunan masjid dan membuka peluang keberangkatan ibadah haji, bahkan menawarkan umrah lebih dahulu.

Warisan Ketulusan yang Tak Tergantikan

Nyak Sandang bukan pejabat, bukan pula tokoh besar di panggung politik. Namun, kontribusinya membuktikan satu hal: sejarah besar sering lahir dari ketulusan sederhana.

Kini, sosok itu telah berpulang. Namun kisahnya tetap hidup sebagai pengingat bahwa cinta pada negeri tidak selalu datang dari kekuasaan, tapi dari pengorbanan. @dimas

Tags: DukaInspiratifKabarKisahNasionalpahlawanrakyatSejarah

Kamu Melewatkan Ini

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

Slipi-Palmerah Panas, Pos Polisi Rusak dan Massa Masih Bertahan

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Ketegangan belum reda di Slipi-Palmerah hingga Kamis malam. Polisi masih menembakkan gas air mata, sementara massa bertahan dan pos polisi...

Next Post
Setelah Lama di Belanda, Arca Shiva dan Prasasti Damalung Akhirnya Pulang

Setelah Lama di Belanda, Arca Shiva dan Prasasti Damalung Akhirnya Pulang

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id