Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

by dimas
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kabar duka datang dari Kabupaten Aceh Jaya. Nyak Sandang, sosok dermawan yang ikut menyumbangkan hartanya untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) siang. Kepergiannya meninggalkan jejak sejarah yang tak tergantikan.

Berpulang di Usia Senja

Nyak Sandang mengembuskan napas terakhir di rumahnya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, sekitar pukul 12.00 WIB.

Camat Jaya Syamsuddin Rani membenarkan kabar tersebut.

“Iya benar, Nyak Sandang (ayah) meninggal dunia siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Ia menegaskan, masyarakat setempat sangat kehilangan sosok yang selama ini menjadi panutan.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

“Kami semua berduka atas kepulangan beliau,” tegasnya.

Kondisi Menurun, Bukan Karena Sakit Berat

Pihak keluarga menyebut kondisi almarhum memang sudah melemah karena faktor usia.

Cucu Nyak Sandang, Ataillah menjelaskan bahwa sang kakek tidak mengalami sakit serius.

“Kondisinya memang sudah melemah, tapi bukan sakit parah yang harus dirawat di rumah sakit. Usia beliau genap sekitar 100 tahun,” jelasnya.

Dari Tanah dan Emas untuk Negeri

Nama Nyak Sandang tercatat dalam sejarah Indonesia. Pada usia 23 tahun, ia mengambil keputusan besar: menjual sepetak tanah dan 10 gram emas demi membantu negara.

Hasil penjualan itu ia serahkan kepada pemerintah untuk mendukung pembelian pesawat pertama Indonesia.

Saat itu, Presiden Soekarno menerima sumbangan dari masyarakat Aceh yang mencapai 120.000 dolar Singapura dan 20 kilogram emas murni.

Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli dua pesawat yang diberi nama Seulawah R-001 dan Seulawah R-002 tonggak awal penerbangan nasional.

Pertemuan Hangat dengan Presiden Jokowi

Perjalanan hidup Nyak Sandang juga mempertemukannya dengan Presiden Joko Widodo pada 21 Maret 2018 di Istana Negara.

Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan tiga permohonan: operasi katarak, pembangunan masjid di kampung halamannya, serta keinginan menunaikan ibadah haji.

“Baik, nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak, kan, operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya,” ujar Presiden Jokowi saat itu.

Selain itu, Presiden juga berjanji menindaklanjuti permintaan pembangunan masjid dan membuka peluang keberangkatan ibadah haji, bahkan menawarkan umrah lebih dahulu.

Warisan Ketulusan yang Tak Tergantikan

Nyak Sandang bukan pejabat, bukan pula tokoh besar di panggung politik. Namun, kontribusinya membuktikan satu hal: sejarah besar sering lahir dari ketulusan sederhana.

Kini, sosok itu telah berpulang. Namun kisahnya tetap hidup sebagai pengingat bahwa cinta pada negeri tidak selalu datang dari kekuasaan, tapi dari pengorbanan. @dimas

Tags: DukaInspiratifKabarKisahNasionalpahlawanrakyatSejarah

Kamu Melewatkan Ini

Monarkisme: Ketika Kekuasaan Lahir dari Darah, Tradisi, dan Legitimasi

Monarkisme: Ketika Kekuasaan Lahir dari Darah, Tradisi, dan Legitimasi

by Tabooo
Mei 26, 2026

Memahami monarkisme bukan sekadar memahami raja dan istana. Ini tentang cara lama kekuasaan lahir dari darah, tradisi, simbol, agama, dan...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Socrates Tidak Mati, Kita yang Berhenti Bertanya

Filsafat Socrates: Mengapa Berpikir Kritis Semakin Langka di Era Digital

by jeje
Mei 22, 2026

Ada sesuatu yang terasa janggal di zaman ini. Informasi datang tanpa henti. Namun, manusia justru semakin sulit membedakan mana pengetahuan...

Next Post
Setelah Lama di Belanda, Arca Shiva dan Prasasti Damalung Akhirnya Pulang

Setelah Lama di Belanda, Arca Shiva dan Prasasti Damalung Akhirnya Pulang

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id