Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Angkut Dokumen dan Bukti Digital: Siapa Lagi Terseret Kasus Madiun?

by dimas
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Kasus korupsi di Kota Madiun belum benar-benar mereda. Justru sebaliknya, Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperluas penyelidikan. Kali ini, penyidik menyasar rumah pejabat daerah dan pihak swasta untuk membongkar dugaan praktik fee proyek.

KPK Bergerak Cepat, Bukti Langsung Dikunci

Pada Senin (6/4/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah. Lalu, sehari setelahnya, tim melanjutkan langkah ke rumah dua pihak swasta.

Dalam proses itu, penyidik tidak sekadar mencari. Mereka langsung mengamankan barang bukti penting.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan temuan tersebut.

“Dalam geledah tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen yang diduga terkait dengan perkaranya, yakni dugaan pemerasan dengan modus fee (imbalan) proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi, Rabu (8/4/2026).

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Dari OTT ke Pengembangan Kasus

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK lebih dulu menggelar operasi tangkap tangan. Dalam operasi itu, penyidik langsung menangkap Wali Kota Madiun Maidi.

Tak berhenti di situ, sehari kemudian KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Maidi, penyidik juga menjerat Rochim Ruhdiyanto dan Thariq Megah.

Artinya, kasus ini terus berkembang. KPK tidak berhenti pada OTT, tetapi langsung menelusuri jaringan yang lebih luas.

Dua Skema Korupsi: Tekanan dan Transaksi

KPK kemudian memetakan pola korupsi dalam dua skema utama.

Pertama, praktik pemerasan melalui fee proyek dan dana CSR. Dalam skema ini, pihak tertentu diduga harus “membayar” untuk mendapatkan proyek.

Kedua, praktik gratifikasi. Dalam pola ini, pejabat menerima keuntungan dari proyek atau kebijakan yang mereka kendalikan.

Dengan kata lain, proyek publik tidak lagi murni soal pembangunan. Sebaliknya, proyek berubah menjadi ruang transaksi tertutup.

Kesimpulan: Lingkaran Kasus Masih Bisa Melebar

Sejauh ini, KPK sudah mengantongi bukti awal dan memetakan pola permainan. Namun, penyelidikan belum berhenti.

Jika aliran dana terus ditelusuri, bukan tidak mungkin nama baru akan muncul. Karena itu, penggeledahan ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Lalu, pertanyaannya sederhana sampai di mana praktik ini berlangsung dan siapa lagi yang ikut bermain? @dimas

Tags: BerantasDaerahDana CSRFee ProyekKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumLokalmadiunNasionalottPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Demokrasi Kita Masih Milik Rakyat atau Sudah Jadi Milik Figur?

Demokrasi Kita Masih Milik Rakyat atau Sudah Jadi Milik Figur?

by dimas
Mei 24, 2026

Demokrasi tetap hidup, tetapi kekuasaan semakin berpusat pada figur. Lalu, siapa sebenarnya yang mengendalikan negara? Tabooo.id - Demokrasi modern lahir...

Negara Sibuk Bangun Pagar, Tapi Gagal Membangun Manusia

Negara Sibuk Bangun Pagar, Tapi Gagal Membangun Manusia

by dimas
Mei 24, 2026

Indonesia makin sibuk membangun pagar dan pengawasan. Tapi apakah yang hilang sebenarnya adalah rasa malu dan kesadaran sosial? Tabooo.id -...

Next Post
Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id