Selasa, November 3, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KPK Angkut Dokumen dan Bukti Digital: Siapa Lagi Terseret Kasus Madiun?

by dimas
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional

Tabooo.id: Nasional – Kasus korupsi di Kota Madiun belum benar-benar mereda. Justru sebaliknya, Komisi Pemberantasan Korupsi terus memperluas penyelidikan. Kali ini, penyidik menyasar rumah pejabat daerah dan pihak swasta untuk membongkar dugaan praktik fee proyek.

KPK Bergerak Cepat, Bukti Langsung Dikunci

Pada Senin (6/4/2026), penyidik KPK menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Madiun, Noor Aflah. Lalu, sehari setelahnya, tim melanjutkan langkah ke rumah dua pihak swasta.

Dalam proses itu, penyidik tidak sekadar mencari. Mereka langsung mengamankan barang bukti penting.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan temuan tersebut.

“Dalam geledah tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti elektronik dan dokumen yang diduga terkait dengan perkaranya, yakni dugaan pemerasan dengan modus fee (imbalan) proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur,” ujar Budi, Rabu (8/4/2026).

Ini Belum Selesai

Ketika Polisi Dilarang Nge-Vape, Siapa yang Mengawasi Pengawas?

Banjir Lahar Dingin Semeru Jebol Tanggul, Akses Jalan Lumajang Terputus

Dari OTT ke Pengembangan Kasus

Sebelumnya, pada 19 Januari 2026, KPK lebih dulu menggelar operasi tangkap tangan. Dalam operasi itu, penyidik langsung menangkap Wali Kota Madiun Maidi.

Tak berhenti di situ, sehari kemudian KPK menetapkan tiga tersangka. Selain Maidi, penyidik juga menjerat Rochim Ruhdiyanto dan Thariq Megah.

Artinya, kasus ini terus berkembang. KPK tidak berhenti pada OTT, tetapi langsung menelusuri jaringan yang lebih luas.

Dua Skema Korupsi: Tekanan dan Transaksi

KPK kemudian memetakan pola korupsi dalam dua skema utama.

Pertama, praktik pemerasan melalui fee proyek dan dana CSR. Dalam skema ini, pihak tertentu diduga harus “membayar” untuk mendapatkan proyek.

Kedua, praktik gratifikasi. Dalam pola ini, pejabat menerima keuntungan dari proyek atau kebijakan yang mereka kendalikan.

Dengan kata lain, proyek publik tidak lagi murni soal pembangunan. Sebaliknya, proyek berubah menjadi ruang transaksi tertutup.

Kesimpulan: Lingkaran Kasus Masih Bisa Melebar

Sejauh ini, KPK sudah mengantongi bukti awal dan memetakan pola permainan. Namun, penyelidikan belum berhenti.

Jika aliran dana terus ditelusuri, bukan tidak mungkin nama baru akan muncul. Karena itu, penggeledahan ini bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Lalu, pertanyaannya sederhana sampai di mana praktik ini berlangsung dan siapa lagi yang ikut bermain? @dimas

Tags: BerantasDaerahDana CSRFee ProyekKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumLokalmadiunNasionalottPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

Ibu dan Anak Dibunuh di Madiun, Keluarga Tuntut Hukuman Mati

by dimas
Oktober 27, 2026

Kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun memasuki tahap pendalaman. Polisi menelusuri bukti, sementara keluarga korban menuntut hukuman mati bagi...

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

Dana Karhutla Ikut Dikorupsi, KPK Telusuri Pengadaan HT BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

Dana karhutla diduga ikut dikorupsi dalam perkara Dana Siap Pakai BNPB. KPK menelusuri pengadaan alat komunikasi HT untuk penanganan kebakaran...

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

Dana Darurat, Dugaan Suap dan Sitaan Rp5,47 Miliar di BNPB

by dimas
Oktober 16, 2026

KPK menyita aset Rp5,47 miliar dalam kasus dugaan korupsi pengadaan BNPB. Lima tersangka terseret dugaan suap dan konflik kepentingan. Tabooo.id...

Next Post
Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Sosok di Balik Pesawat Pertama RI Tutup Usia: Nyak Sandang Berpulang

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id