Tabooo.id: Food – Namanya mungkin bikin orang kaget di awal: Jancrok. Terdengar nyeleneh, bahkan sedikit mencolok. Tapi di balik itu, ada makna sederhana.
Jancrok adalah singkatan dari bahan utamanya: jahe, kencur, dan jerok alias jeruk. Kombinasi ini menciptakan minuman hangat dengan rasa pedas, segar, dan khas.
Sekali coba, biasanya langsung paham kenapa minuman ini punya banyak penggemar.
Hangat yang Dicari Saat Malam
Wedang Jancrok identik dengan suasana malam. Saat udara mulai dingin atau hujan turun pelan, minuman ini jadi pilihan banyak orang.
Di Alun-Alun Madiun, suasana itu terasa hidup. Warung Wedang Rempah Mbah Purbaya jadi salah satu titik kumpul yang selalu ramai.
Orang datang bukan cuma buat minum, tapi buat cari hangat. Baik untuk badan, atau sekadar melepas penat setelah hari panjang.
Surga Minuman Rempah di Satu Tempat
Warung Mbah Purbaya bukan hanya soal Jancrok. Di sini, berbagai minuman rempah tersedia lengkap.
Mulai dari wedang jahe, bandrek, STMJ, bajigur, sampai susu rempah. Semua diracik dengan gaya tradisional, tanpa kehilangan rasa asli.
Rafif, salah satu pekerja di sana, menyebut warung ini punya posisi unik di kota.
“Yang menjadi ramai di sini karena ini satu-satunya yang ada di Madiun,” ungkapnya.
Pernyataan itu bukan sekadar klaim. Banyak pelanggan datang karena memang sulit menemukan tempat serupa dengan pilihan selengkap ini.
Setiap Minuman Punya Penikmatnya
Menariknya, setiap minuman di warung ini punya “fans” sendiri.
Rafif menjelaskan, pelanggan perempuan biasanya mencari wedang yang membantu melancarkan datang bulan. Sementara pekerja malam lebih sering memilih Jancrok atau STMJ.
“Kalau yang kerja malam, biasanya pesan Jancrok atau STMJ,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa minuman tradisional bukan sekadar nostalgia. Ia masih relevan, bahkan jadi solusi praktis untuk kebutuhan tubuh sehari-hari.@eko



