• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 31, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Entertainment Tabooo Book Club

Garuda Pancasila dan Kontroversi Sejarah yang Tak Pernah Selesai

Maret 31, 2026
in Tabooo Book Club
A A
Garuda Pancasila dan Kontroversi Sejarah yang Tak Pernah Selesai

Buku Sultan Hamid II "Sang Perancang Lambang Negara 'Elang Rajawali' Burung Garuda" (Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Tabooo Book Club – Setiap hari kita melihat Garuda Pancasila. Simbol itu hadir di sekolah, kantor, sampai dokumen resmi negara. Namun, tidak banyak yang benar-benar mengenal sosok di balik desainnya.

Namanya Sultan Hamid II.

Ia memimpin sebagai Sultan Pontianak ke-7 sekaligus merancang lambang negara Indonesia. Sebuah simbol yang hari ini terasa sakral, tetapi lahir dari proses politik yang tidak sederhana. 

Masalahnya, cerita tentang dirinya tidak berhenti di sana.

Antara Nasionalisme dan Bayang-Bayang Kolonial

Di masa penuh tarik-menarik kekuasaan, Sultan Hamid II mengambil posisi yang tidak biasa. Ia bergabung sebagai perwira KNIL dan mendukung konsep negara federal.

Sementara itu, banyak tokoh lain mendorong negara kesatuan. Namun, ia justru melihat federalisme sebagai jalan untuk menghindari dominasi satu kekuatan.

Di titik ini, sejarah mulai terasa tidak hitam-putih.

Apakah ini strategi politik yang rasional? Atau justru bentuk keberpihakan yang problematik?

RelatedPosts

Sapiens: Kita Menguasai Dunia, Tapi Apa Kita Paham Diri Sendiri?

Cantik Itu Luka: Ketika Kecantikan Jadi Kutukan

Garuda Pancasila: Karya Besar dari Proses Panjang

Di tengah kontroversi politiknya, Soekarno tetap memberi kepercayaan kepada Sultan Hamid II untuk merancang lambang negara.

Prosesnya tidak instan. Ia menyusun desain, lalu mendiskusikannya bersama tokoh lain. Setelah itu, mereka merevisi beberapa bagian berdasarkan kritik yang muncul.

Salah satu perubahan penting muncul pada pita yang dicengkeram Garuda. Mereka menggantinya dan menambahkan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.

Akhirnya, negara menetapkan desain tersebut sebagai lambang resmi yang kita kenal hari ini.

Di sini letak ironi yang sulit diabaikan. Sosok dengan posisi politik kontroversial justru melahirkan simbol pemersatu bangsa. 

Kontroversi yang Tak Pernah Selesai

Namun, perjalanan Sultan Hamid II tidak berhenti di ranah simbol.

Ia terseret dalam peristiwa yang melibatkan Raymond Westerling. Rencana kudeta itu gagal, tetapi dampaknya besar. Negara kemudian menangkapnya pada 1950.

Sejak saat itu, persepsi publik terbelah.

Sebagian melihatnya sebagai tokoh berjasa. Sebagian lain menilainya sebagai ancaman bagi republik.

Dan sejak itu pula, narasi tentang dirinya tidak pernah benar-benar selesai.

Pahlawan atau Catatan Kritis Sejarah?

Perdebatan soal statusnya terus berlanjut hingga hari ini.

Di satu sisi, jasanya sebagai perancang lambang negara tidak terbantahkan. Namun di sisi lain, rekam jejak politiknya memicu penolakan.

Karena itu, pertanyaannya bukan sekadar siapa yang benar.

Sebaliknya, pertanyaannya berubah: apakah kita siap menerima sejarah yang tidak rapi?

Sebab pada akhirnya, identitas bangsa memang terbentuk dari tarik-menarik kepentingan, bukan dari cerita yang seragam.

Penutup

Kita sering mengagungkan simbol, tetapi jarang membedah manusia di baliknya.

Sultan Hamid II menunjukkan bahwa sejarah selalu menyimpan lapisan yang kompleks.

Maka, sebelum memilih berpihak, mungkin kita perlu satu langkah tambahan: memahami dengan jernih. @jeje

Tags: garudapancasilaidentitasbangsapolitikindonesiasejarahindonesiasultanhamidiitabooo

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Zuiyo Maru: Ketika Laut Mengirim Misteri, Manusia Mengirim Narasi

    Zuiyo Maru: Ketika Laut Mengirim Misteri, Manusia Mengirim Narasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kerja 4 Hari Lebih Nyata? ASN Mulai WFH Setiap Jumat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The Magician’s Nephew: Awal Baru Narnia atau Ulangan Cerita Lama?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Film Na Willa, Sukses Bikin Penonton Pulang dengan Perasaan Hangat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soekiman Wirjosandjojo: Perdana Menteri yang “Menciptakan” THR?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.