Tabooo.id: News – Arus balik Lebaran belum selesai. Menjelang Senin (30/3/2026), jutaan pemudik terus bergerak menuju Jakarta. Sabtu (28/3) hingga Minggu (29/3) diprediksi menjadi puncak kedua. Pertanyaannya, seberapa siap kita menghadapi lonjakan ini?
42 Persen Pemudik Masih di Kampung, Jalanan Bersiap Padat
Sekitar 42 persen pemudik belum kembali ke kota. Artinya, gelombang besar kendaraan masih akan menekan jalur tol, arteri, hingga terminal.
Polisi langsung memperketat pengawasan lewat Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD). Mereka fokus menjaga arus tetap bergerak dan mencegah titik macet berubah jadi chaos.
Petugas kini mengawasi lima klaster utama: jalan tol, jalan arteri, simpul transportasi, tempat ibadah, dan kawasan wisata. Mereka mengantisipasi kepadatan di semua titik krusial.
Operasi Selesai, Pengamanan Tetap Jalan
Operasi Ketupat 2026 memang sudah berakhir pada 25 Maret. Namun, arus balik masih terus berlangsung.
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan bahwa personel tetap siaga di lapangan. Ia melihat potensi lonjakan besar pada akhir pekan ini.
“Kami masih berada di lapangan untuk mengamankan arus balik. Kemungkinan puncak kedua terjadi pada tanggal 29, dan kami sudah siap,” jelasnya.
Dengan kondisi ini, kepolisian tetap menjalankan pengamanan meski operasi resmi telah ditutup.
One Way Jadi Opsi, Keputusan Berdasarkan Data
Korlantas menyiapkan skema one way untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan. Namun, mereka tidak menerapkannya secara langsung.
Petugas akan mengacu pada data real-time di Gerbang Tol Kalikangkung. Jika volume kendaraan mendekati 4.000 unit, mereka akan memberlakukan one way nasional.
Sebaliknya, jika jumlah kendaraan masih berada di kisaran 2.500 hingga 3.800 unit, arus tetap berjalan dua arah.
Artinya, polisi menyesuaikan kebijakan dengan kondisi lapangan, bukan asumsi.
Tekanan Datang dari Banyak Arah
Arus balik tidak datang dari satu wilayah saja. Kendaraan bergerak dari Semarang Raya, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Selain itu, arus dari Jawa Barat dan Trans Sumatra via Bakauheni–Merak juga ikut menambah beban jalan.
Petugas akan melakukan sosialisasi sebelum menerapkan rekayasa lalu lintas. Mereka juga mensterilkan jalur agar pengguna jalan bisa menyesuaikan perjalanan.
Jalan Pulang Bukan Sekadar Perjalanan
Arus balik bukan sekadar perpindahan kendaraan. Ini tentang jutaan orang yang kembali ke rutinitas, ke pekerjaan, dan ke realitas setelah libur panjang.
Masalahnya, pola yang sama terus terulang setiap tahun: padat, melelahkan, dan penuh risiko.
Sekarang, ketika gelombang kedua mulai memuncak, pertanyaannya jadi lebih relevan:
apakah sistem kita benar-benar siap, atau kita hanya semakin terbiasa dengan kemacetan yang sama? @jeje



