Tabooo.id: Life – Di tengah cepatnya ritme bisnis Kota Sydney, ketika orang sibuk mengejar target dan waktu, berdiri ruang yang berbeda Restoran Pandawa. Tempat ini bukan sekadar restoran, melainkan ruang pulang bagi perantau, pekerja, dan siapa pun yang merindukan rasa rumah di tengah gemerlap kota global.
Tiga pengusaha kuliner asal Indonesia Sugiarto Wijono, Lily Tenacious Wijono, dan Antonius Auwyang mendirikan Pandawa tiga tahun lalu. Mereka tidak berangkat dari ambisi besar. Sebaliknya, usaha ini lahir dari kerinduan untuk mempertahankan cita rasa Nusantara di tanah orang. Dari ide sederhana itu, tumbuh semangat memperkenalkan nilai kebenaran, persaudaraan, dan kesetiaan ala Pandawa Lima. Nilai itu tidak hadir lewat cerita wayang, melainkan lewat sepiring nasi Padang dan semangkuk soto Betawi.
“Bagi kami, memasak bukan hanya soal rasa. Ini tentang kejujuran dan menghadirkan kehangatan seperti di rumah sendiri,” ujar Lily Tenacious Wijono.
Kini, Pandawa menjadi oasis sosial di tengah kesibukan Sydney. Para pekerja, mahasiswa, dan diaspora Indonesia sering datang untuk makan sambil berbagi cerita. Mereka melepas rindu, menemukan kenyamanan, dan merasakan healing sosial di setiap suapan nasi kuning atau bakso hangat. Karena itu, bagi banyak orang, kehadiran Pandawa bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang untuk terhubung dengan identitas mereka.
Selain itu, dengan kapasitas 170 kursi, Pandawa menawarkan lebih dari sekadar ruang fisik. Aroma daun pisang pada nasi bungkus, rasa pedas sambal matah, serta sapaan hangat staf menghadirkan nostalgia yang nyata. Semua detail tersebut membangkitkan kembali kenangan akan rumah di tanah air.
Sementara itu, di tengah gaya hidup cepat kelas menengah urban yang sering kehilangan arah antara sukses dan seimbang, Pandawa hadir sebagai pengingat sederhana. Kadang, yang kita butuhkan bukan tempat baru, melainkan rasa lama yang membuat hidup terasa utuh.
Pada akhirnya, di dunia yang makin modern, mungkin kemewahan sejati bukan restoran bintang lima. Melainkan sepiring nasi hangat yang mengingatkan siapa dirimu dan dari mana kamu berasal. @teguh







