Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Ketegangan Timur Tengah, Dua Kapal Pertamina Berhasil Keluar dari Area Konflik

by dimas
Maret 11, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada jalur energi global. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil, PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapal tanker miliknya berhasil keluar dari kawasan konflik.

Kedua kapal tersebut adalah PIS Rinjani dan PIS Paragon. Manajemen menyatakan keduanya telah meninggalkan area berisiko setelah sebelumnya beroperasi di perairan Timur Tengah.

Sementara itu, dua kapal lain milik perusahaan masih bertahan di kawasan Teluk Arab sambil menunggu kondisi keamanan membaik, terutama di jalur strategis Selat Hormuz.

Dua Kapal Berhasil Keluar dari Area Konflik

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menjelaskan bahwa perusahaan saat ini mengoperasikan empat kapal di kawasan Timur Tengah.

Dari jumlah tersebut, dua kapal sudah bergerak keluar dari wilayah yang berpotensi terdampak konflik.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

“Dari empat unit kapal milik PIS yang beroperasi di kawasan Timur Tengah, dua kapal sudah beranjak dari area konflik, yaitu kapal PIS Rinjani dan kapal PIS Paragon,” ujar Vega dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).

Sebelumnya, saat ketegangan militer di kawasan itu meningkat, PIS Rinjani sedang berlabuh di Khor Fakkan, Uni Emirat Arab. Pada waktu yang sama, PIS Paragon tengah melakukan proses bongkar muatan di Oman.

Perusahaan kemudian memantau situasi keamanan dan memutuskan memindahkan kedua kapal tersebut dari wilayah berisiko.

Dua Kapal Masih Menunggu di Teluk Arab

Meski dua kapal berhasil keluar, PIS masih menempatkan dua kapal lain di kawasan Teluk Arab. Kedua kapal itu adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.

Keduanya belum meninggalkan wilayah tersebut karena harus menunggu jalur pelayaran aman, terutama di Selat Hormuz. Jalur sempit ini menjadi salah satu titik paling strategis bagi perdagangan minyak dunia.

“Dua kapal tersebut saat ini menunggu situasi yang aman untuk keluar melalui Selat Hormuz. Kondisi kapal dan kru dalam keadaan aman,” kata Vega.

Kapal Gamsunoro diketahui membawa kargo milik pihak ketiga. Sementara VLCC Pertamina Pride menjalankan misi penting bagi Indonesia, yakni mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Situasi ini membuat jalur pelayaran menjadi faktor krusial bagi stabilitas pasokan energi.

Jalur Energi Global di Bawah Tekanan

Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa. Hampir seperlima perdagangan minyak dunia melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.

Setiap ketegangan di kawasan ini langsung memicu kekhawatiran global, termasuk risiko lonjakan harga minyak dan gangguan distribusi energi.

Bagi Indonesia, kondisi itu juga memiliki dampak langsung. Sebagian pasokan minyak mentah nasional masih bergantung pada jalur pelayaran internasional.

Karena itu, keselamatan armada tanker menjadi prioritas utama.

Pertamina Pastikan Distribusi Energi Tetap Aman

Meski menghadapi situasi geopolitik yang tidak menentu, Pertamina memastikan rantai pasok energi nasional tetap berjalan.

Vega menegaskan bahwa distribusi energi masih stabil berkat dukungan armada besar yang dimiliki Pertamina Group.

“Rantai pasok dan distribusi energi tetap solid, didukung sedikitnya 345 armada kapal di bawah pengelolaan entitas Pertamina Group,” ujarnya.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menyiapkan berbagai skenario distribusi energi. Metode tersebut mencakup jalur reguler, alternatif, hingga skenario darurat apabila situasi keamanan berubah secara drastis.

Selain itu, PIS memantau seluruh armada secara real-time selama 24 jam. Perusahaan juga menjalin komunikasi intensif dengan otoritas maritim internasional guna memastikan keselamatan kru kapal dan keamanan muatan energi.

Ketegangan di Timur Tengah memang belum berakhir. Namun bagi negara yang bergantung pada jalur energi global, setiap kapal yang berhasil keluar dari zona konflik bukan sekadar kabar pelayaran melainkan soal memastikan lampu rumah tetap menyala dan roda ekonomi tetap berputar. @dimas

Tags: DistribusiEnergiGeopolitikKapalKetahananKonflik DuniaNasionalPertaminaSelat HormuzTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

Pertalite Langka, Antrean SPBU Mengular di Bali dan Malang

by dimas
Oktober 15, 2026

Kelangkaan Pertalite di Bali dan Malang memicu antrean panjang di SPBU. Pertamina menyebut keterlambatan bongkar muat kapal dan lonjakan permintaan...

Next Post
BMKG Ingatkan Gelombang Laut dan Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026

BMKG Ingatkan Gelombang Laut dan Banjir Rob Saat Mudik Lebaran 2026

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id