Tabooo.id: Regional – Kawasan padat penduduk di Gang Siluman, Kebon Pala, Makasar, Jakarta Timur, berubah jadi lautan api pada Selasa (28/10) siang. Asap hitam pekat membumbung tinggi, membuat warga panik dan berhamburan ke jalan. Dalam hitungan menit, teriakan, sirine, dan suara kayu terbakar bercampur jadi satu.
Sekitar pukul 13.15 WIB, warga mulai melihat kepulan asap dari salah satu rumah. “Awalnya cuma kelihatan asap tipis, tapi nggak lama langsung besar dan menjalar cepat ke rumah sebelah,” kata Rudi (42), warga setempat yang masih tampak shock.
Api cepat menjalar karena padatnya permukiman dan bahan bangunan yang mudah terbakar. Warga yang panik berusaha menyelamatkan barang seadanya, sementara sebagian lain berteriak meminta bantuan. “Kami langsung nelpon damkar, tapi gang sempit banget, mobil agak susah masuk,” tambah Rudi.

Api Lumat Rumah di Gang Siluman: Sempit, Panik, dan Nyaris Tanpa Jalan Keluar
Petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Sektor Makasar mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Mereka berjibaku melawan panas dan asap tebal yang menutupi pandangan.
“Kami masih fokus pada pemadaman. Setelah api padam, baru dilakukan pendinginan dan penyelidikan penyebab kebakaran,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sejumlah rumah dipastikan hangus dan kerugian material belum bisa ditaksir.
Kenapa penting buat pembaca:
Peristiwa ini bukan cuma tentang rumah terbakar tapi juga soal kerentanan warga di kawasan padat yang setiap harinya hidup berdampingan dengan risiko besar: instalasi listrik tak aman, akses sempit, dan minimnya sistem tanggap darurat. Gang sempit seperti di Siluman bisa jadi cermin banyak kampung kota lain di Jakarta.
Sore ini, api mungkin padam. Tapi buat warga Gang Siluman, bara ketakutan itu masih menyala mengingatkan bahwa di tengah kota megapolitan, keamanan kadang masih bergantung pada keberuntungan.
Pernahkah kamu membayangkan, seberapa siap lingkunganmu kalau api tiba-tiba datang tanpa aba-aba? (red)




