• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News

Dari Kraton ke Sriwedari, Kirab Malam Selikuran Jadi Panggung Budaya dan Syiar Islam

Maret 10, 2026
in News, Regional
A A
Dari Kraton ke Sriwedari, Kirab Malam Selikuran Jadi Panggung Budaya dan Syiar Islam

PB XIV bersama KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo dan Ahmad Muwafiq di panggung Malem Selikuran, Taman Sriwedari, Senin (9/3/2026) malam. (Foto: Tabooo.id/Dimas P)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Rintik hujan mengguyur Kota Surakarta malam itu, namun semangat Abdi Dalem dan prajurit Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tetap membara, Senin (9/3/2026). Mereka bergerak dari Pintu Kamandungan menuju Sasana Putra, bersiap memulai Kirab Malam Selikuran, tradisi yang memadukan ritual keagamaan, budaya Jawa, dan syiar Islam.

Dari Kraton ke Sriwedari, Kirab Malam Selikuran Jadi Panggung Budaya dan Syiar Islam
Abdi Dalem Kraton Surakarta saat mengikuti Kirab Malam Selikuran, Senin (9/3/2026) malam.

PB XIV Pimpin Kirab, Suasana Penuh Warna dan Musik

Dari pantauan Tabooo.id SISKS Pakoe Boewono XIV memimpin seluruh pasukan, Sentono Dalem, dan Abdi Dalem menuju Siti Hinggil. Rombongan membawa berbagai pernak-pernik budaya: lampu lampion berbentuk bintang, Rajamala, mahkota, lampu ting, lampu petromak, hingga Tumpeng Sewu dan wilujengan.

Kirab resmi dimulai pukul 20.30 WIB dari Pagelaran. Rombongan berjalan melintasi Alun-alun Utara, bergerak di Jalan Slamet Riyadi, lalu berbelok ke barat menuju Taman Sriwedari. PB XIV menaiki Mitsubishi Pajero, sementara beberapa anggota keluarga menumpang kereta kuda. Abdi Dalem dan peserta lainnya berjalan kaki, diiringi gamelan dan tembang Jawa, menciptakan harmoni antara tradisi dan modernitas.

Sejarah dan Transformasi Rute Kirab

Menurut KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo, Pengageng Parentah Kraton Surakarta, awalnya Kraton mengarahkan kirab malam selikuran ke Masjid Agung. Namun, PB X memindahkan rute ke Sriwedari. Perubahan ini bertujuan menghidupkan kembali taman yang sebelumnya sepi sekaligus memperluas akses masyarakat untuk menyaksikan tradisi.

“Makna malam selikuran adalah bagian dari syiar Islam Keraton, terutama malam Lailatul Qadar pada 21 Ramadhan. Pemindahan rute ke Sriwedari juga membuat tradisi lebih inklusif bagi warga,” ujar KGPH Adipati Panembahan Dipokusumo.

Kirab dan Dampaknya bagi Warga

Bagi warga Surakarta, acara ini bukan sekadar tontonan. Kehadiran PB XIV dan pembagian Tumpeng Sewu memperlihatkan perhatian Keraton terhadap masyarakat. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menerima srah tinampi (serah terima) dari Pengageng Parentah Kraton, menegaskan kerja sama antara institusi budaya dan pemerintah daerah.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Di Taman Sriwedari, Ahmad Muwafiq dari Sleman, Yogyakarta memimpin pengajian. Sentono Dalem KPAA Nurwijaya menambahkan bahwa kegiatan ini menggabungkan ritual sakral, pendidikan agama, dan interaksi sosial. Pedagang lokal, pelaku UMKM, dan komunitas budaya ikut mendapat manfaat ekonomi dan eksposur dari keramaian ini, sekaligus memperkuat identitas budaya Surakarta.

Tradisi yang Mengikat Budaya dan Politik

Kirab Malam Selikuran menunjukkan bagaimana Kraton tetap relevan di era modern. PB XIV, pemerintah, dan masyarakat bekerja sama menghidupkan tradisi, sekaligus menegaskan posisi budaya sebagai pengikat sosial-politik.

Meski rintik hujan menetes sepanjang malam, semangat warga dan abdi dalem mengingatkan: budaya bisa basah, tapi tak pernah luntur. Dan bagi siapa pun yang menilai tradisi hanya tontonan, malam itu menunjukkan bahwa ritual bisa menjadi diplomasi lembut antara Keraton, warga, dan kota yang terus hidup. @dimas

Tags: abdi dalemBudayaGamelanIslamJawakirabKraton SurakartaMalam SelikuranPB XIVSriwedariTradisiTumpeng Sewu
Next Post
Vivo V70 Series Hadir dengan Kamera Canggih dan Baterai hingga 7000 mAh

Vivo V70 Series Hadir dengan Kamera Canggih dan Baterai hingga 7000 mAh

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.