Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Naik Bus Wisata ke Ibu Kota, Kasus Korupsi Pekalongan Mengemuka

by dimas
Maret 4, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Semarang pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Dalam operasi itu, tim penindakan langsung menangkap Bupati Pekalongan Fadia Alrafiq, Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar, serta sembilan orang lain yang terdiri dari ASN dan pihak swasta.

Setelah mengamankan para pihak, penyidik membawa mereka ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Rombongan berangkat menggunakan bus pariwisata dengan pengawalan polisi lalu lintas. Mereka tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, sekitar pukul 21.06 WIB. Petugas sempat mengarahkan bus melalui akses berbeda karena kendaraan sulit masuk ke area belakang gedung. Begitu tiba, penyidik segera menggiring sebelas orang itu masuk melalui pintu belakang.

Langkah cepat ini menunjukkan bahwa KPK ingin segera mengunci konstruksi perkara sebelum informasi melebar ke mana-mana.

Dugaan Skema Pengaturan Proyek

KPK menduga para pejabat mengatur proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan. Penyidik menemukan indikasi bahwa pejabat tertentu mengondisikan vendor agar memenangkan proyek bernilai miliaran rupiah.

Skema seperti ini biasanya melibatkan pengaturan spesifikasi, pengondisian administrasi, hingga komunikasi tertutup antara pejabat dan pihak swasta. Praktik tersebut tidak hanya merusak persaingan usaha, tetapi juga menggerus kualitas pelayanan publik.

Ini Belum Selesai

Demo Ricuh di Balai Kota Yogyakarta, HMI Soroti Krisis Sampah

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

KPK tidak berhenti pada penangkapan awal. Tim langsung menggeledah sejumlah ruangan di kantor Pemkab Pekalongan, termasuk ruang Bupati, Sekda, dan Dinas Pekerjaan Umum. Penyidik menyita dokumen proyek, kendaraan dinas, serta perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop untuk menelusuri aliran komunikasi dan transaksi.

Juru Bicara KPK, Nurhadi, menegaskan bahwa tim akan memeriksa seluruh pihak yang terlibat. “Kami akan telusuri setiap peran untuk memutus mata rantai korupsi di daerah,” ujarnya.

Dampak Langsung bagi Masyarakat

Kasus ini tidak berhenti pada nama pejabat. Masyarakat Pekalongan berpotensi merasakan dampak langsung jika proyek outsourcing yang bermasalah menyangkut layanan dasar. Ketika pejabat memprioritaskan kepentingan tertentu, kualitas pekerjaan sering kali menurun dan anggaran membengkak.

Selain itu, pelaku usaha lokal yang ingin bersaing secara sehat juga ikut dirugikan. Mereka kehilangan peluang karena sistem tidak memberi ruang kompetisi yang adil. Dalam jangka panjang, praktik semacam ini bisa melemahkan kepercayaan investor terhadap tata kelola daerah.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa korupsi daerah bukan sekadar soal hukum, melainkan soal hak publik yang terampas secara sistematis. Ketika pejabat duduk di kursi pemeriksaan KPK, warga berharap lembaga ini tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga membongkar pola yang membuat praktik tersebut terus berulang. @dimas

Tags: anggaranAntiBupati PekalonganDaerahKorupsi di IndonesiaKPKKriminal & HukumOTT KPKPemkabPenegakanproyektransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

Tak Dipakaikan Rompi, Febrie Resmi Jadi Tersangka

by dimas
Juli 26, 2026

Febrie Adriansyah resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan TPPU. Penahanan tanpa rompi merah memicu sorotan publik terhadap konsistensi penegakan hukum. Tabooo.id...

Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus, Publik Tunggu Janji Evaluasi

Kuntadi Resmi Jadi Jampidsus, Publik Tunggu Janji Evaluasi

by dimas
Juli 24, 2026

Kuntadi resmi menjabat Jampidsus dan langsung menjanjikan evaluasi menyeluruh terhadap perkara besar. Publik kini menanti pembuktian komitmen Kejaksaan dalam menjaga...

Sudaryono Benahi BGN, Transparansi MBG Jadi Prioritas

Sudaryono Benahi BGN, Transparansi MBG Jadi Prioritas

by dimas
Juli 22, 2026

Sudaryono resmi memimpin Badan Gizi Nasional dengan menempatkan transparansi sebagai prioritas utama Program Makan Bergizi Gratis melalui digitalisasi, penguatan pengawasan,...

Next Post
Spillway Waduk Gajah Mungkur Dibuka, Warga Sukoharjo Diminta Siaga

Spillway Waduk Gajah Mungkur Dibuka, Warga Sukoharjo Diminta Siaga

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id