Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Daging di Solo Stabil Saat Awal Ramadan, Ayam Mulai Merangkak Naik

by dimas
Februari 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Memasuki pekan pertama Ramadan, harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo terpantau stabil. Pantauan Kamis, 26 Februari 2026, di Pasar Legi menunjukkan para pedagang masih mempertahankan harga lama meski tekanan dari pemasok mulai terasa.

Stabilitas ini memberi sedikit ruang napas bagi warga yang bersiap menyusun menu sahur dan berbuka. Namun, di balik etalase yang tampak tenang, dinamika pasokan dan daya beli mulai bergerak.

Sapi Masih Bertahan, Kenaikan Biasanya Datang Jelang Lebaran

Rahariyeni, pedagang daging sapi di Pasar Legi, memastikan harga belum berubah signifikan sejak awal puasa. Ia menjual daging kualitas nomor satu di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kilogram. Sementara itu, thetelan atau sandung lamur dibanderol Rp100 ribu per kilogram, dan daging untuk sayur rawon dijual Rp110 ribu per kilogram.

Menurut Yeni, lonjakan harga biasanya muncul sepekan sebelum Lebaran. Ia memperkirakan harga bisa menembus Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram pada H-1 atau H-2 Idulfitri. Setelah itu, harga cenderung bertahan hingga sepekan usai Lebaran, terutama saat momen bakda ketupat.

Meski demikian, ia mengakui harga sapi dari pemasok sebenarnya sudah naik lebih dulu. Namun karena permintaan masyarakat belum menggeliat, ia memilih menahan harga jual. Jika ia menaikkan harga sekarang, pembeli bisa langsung beralih atau menunda belanja.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Kondisi ini menunjukkan pola klasik Ramadan pedagang menunggu momentum, sementara konsumen menahan pengeluaran hingga mendekati hari raya.

Pola Belanja Berubah, Rumah Makan Lebih Dominan

Yeni juga melihat perubahan tren belanja. Jika sebelumnya banyak warga membeli daging segar untuk diolah sendiri, kini sebagian beralih membeli lauk matang. Akibatnya, pembeli eceran menurun, sementara pelanggan partai besar justru lebih stabil.

Saat ini, pembeli daging didominasi rumah makan dan restoran. Beberapa restoran di pusat perbelanjaan rutin membeli lima hingga enam kilogram, bahkan ada yang mengambil hingga 10 kilogram dalam sekali transaksi.

Dalam kondisi normal, Yeni memotong setengah ekor sapi per hari atau sekitar 50 hingga 60 kilogram daging. Namun menjelang Lebaran, ia bisa menjual hingga dua ekor sapi per hari, berkaca dari pengalaman tahun lalu.

Artinya, pelaku usaha kuliner menjadi kelompok yang paling terdampak langsung oleh fluktuasi harga ini. Jika harga melonjak tajam mendekati Lebaran, mereka akan menghadapi dilema: menaikkan harga menu atau menekan margin keuntungan.

Harga Ayam Naik, Tekanan Datang dari Pemasok

Berbeda dengan daging sapi yang masih stabil, harga daging ayam justru mulai merangkak naik dalam dua hari terakhir. Di sejumlah pasar tradisional Solo, harga kini berada di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu per kilogram.

Triyono, pedagang ayam di Pasar Legi, menyebut harga tersebut naik dari posisi sebelumnya yang sempat turun ke Rp38 ribu per kilogram. Ia tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan, tetapi ia memastikan harga dari peternak dan pemasok sudah lebih dulu naik.

Meski harga naik, Triyono belum menambah stok. Ia tetap membawa sekitar 30 ekor ayam per hari untuk dijual. Ia memilih berhati-hati agar tidak menanggung risiko jika daya beli melemah.

Kenaikan harga ayam ini berpotensi lebih terasa bagi rumah tangga kelas menengah ke bawah. Ayam sering menjadi alternatif ketika harga daging sapi terlalu tinggi. Jika ayam ikut naik, pilihan protein hewani menjadi semakin terbatas.

Stabil Hari Ini, Ujian Datang Jelang Lebaran

Secara umum, pasar daging di Solo masih terkendali pada awal Ramadan. Namun tanda-tanda tekanan sudah muncul dari sisi hulu. Jika permintaan melonjak mendekati Lebaran, harga berpeluang mengikuti.

Bagi konsumen, terutama keluarga dengan anggaran terbatas, setiap kenaikan Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram tetap berarti. Sementara bagi pedagang, menjaga keseimbangan antara harga beli dan daya beli menjadi tantangan utama.

Ramadan memang selalu membawa dinamika ekonomi tersendiri. Harga bisa stabil hari ini, tetapi pengalaman menunjukkan pasar jarang benar-benar tenang menjelang hari raya. Pertanyaannya tinggal satu: siapa yang lebih dulu menyerah, harga atau dompet pembeli? @dimas

Tags: 2026AyamEkonomi IndonesiaHargaInflasiKebutuhanlebaranPanganPasar TradisionalPokokrakyatRamadanSolo

Kamu Melewatkan Ini

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

Patriot Bengawan Bidik Posisi Kedua PORPROV Jateng

by eko
Oktober 8, 2026

Patriot Bengawan siap berlaga di PORPROV Jateng 2026. Kontingen Surakarta membidik posisi kedua dengan target 95 medali emas. Tabooo.id: Surakarta...

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

Api Padam, Panas Belum Pergi: Apa yang Sebenarnya Terjadi di TPA Putri Cempo?

by teguh
September 25, 2026

Api kembali muncul di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis 24/9/2026. Petugas sebelumnya terus membasahi titik panas setelah kebakaran besar melanda...

Next Post
Menu MBG Kering Diprotes, Transparansi Harga Jadi Sorotan

Menu MBG Kering Diprotes, Transparansi Harga Jadi Sorotan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id