Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Remaja 13 Tahun Tewas usai Kecelakaan di Semarang, Diduga Hendak “Perang Sarung”

by dimas
Februari 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Seorang remaja berinisial KW (13), warga Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di Desa Jetak, Kabupaten Semarang. Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) malam dan langsung menyita perhatian warga sekitar.

Kapolres Semarang Ratna Quratul Ainy mengungkapkan, warga yang melihat kejadian tersebut segera menghubungi polisi. Petugas Polsek Getasan langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

“Tim medis sempat memberikan penanganan, tetapi korban akhirnya meninggal dunia akibat gagal napas,” ujar Ratna dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2/2026) malam.

Ajakan “Perang Sarung” Berujung Petaka

Unit Gakkum Satlantas Polres Semarang memeriksa dua rekan korban yang saat itu berboncengan bersama KW. Dari pemeriksaan awal, polisi mendapati bahwa KW mengendarai sepeda motor Honda BeAt bernomor polisi AB 2895 AG dengan membawa dua temannya.

Sebelum kecelakaan, KW mengajak kedua rekannya menghampiri kelompok remaja lain untuk melakukan “perang sarung”, tradisi yang kerap muncul saat Ramadan tetapi belakangan sering memicu bentrokan.

Ini Belum Selesai

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

Ketika melihat jumlah kelompok lawan lebih banyak, KW dan dua temannya memilih berbalik arah. Namun mereka melaju di jalan yang gelap tanpa menyalakan lampu kendaraan. Saat jalan menikung ke kiri, motor justru terus melaju lurus hingga menabrak pohon di tepi jalan.

Benturan keras itu menyebabkan KW mengalami luka serius. Tim medis berusaha menyelamatkan nyawanya, tetapi korban tidak tertolong.

Barang Bukti dan Proses Penanganan

Polisi mengamankan sepeda motor korban dan satu sarung yang masih dalam kondisi lurus tanpa ikatan atau isi benda keras. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa para remaja tersebut memang hendak menuju lokasi “perang sarung”.

Polres Semarang terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi untuk memastikan kronologi kejadian secara utuh.

Siapa yang Paling Terdampak?

Tragedi ini paling berat dirasakan keluarga korban. Orangtua kehilangan anak di usia 13 tahun usia yang seharusnya diisi sekolah dan permainan, bukan risiko berkendara pada malam hari.

Fenomena “perang sarung” kembali menjadi sorotan. Banyak remaja menganggapnya tradisi Ramadan, tetapi praktik di lapangan sering berubah menjadi ajang tawuran terselubung. Ketika kelompok besar berkumpul di malam hari dan berkendara tanpa pengawasan, risiko kekerasan dan kecelakaan meningkat tajam.

Warga sekitar pun merasakan dampaknya. Mereka menghadapi keresahan setiap kali kelompok remaja berkumpul pada malam hari. Aparat kepolisian kini meningkatkan patroli untuk mencegah kejadian serupa.

Tragedi di Getasan menjadi pengingat pahit bahwa satu keputusan spontan dapat berujung fatal. Di tengah euforia masa remaja, satu tikungan yang terlewat cukup untuk mengubah segalanya. Bukan hanya niat tawuran yang berbahaya kelalaian kecil di jalan gelap pun bisa merenggut nyawa. @dimas

Tags: BerkendarajatengKecelakaanKeselamatanRamadhanRemajaRisikoSemarang

Kamu Melewatkan Ini

30 Pendata Mundur, yang Gagal Bukan Sensusnya Tapi Komunikasinya

30 Pendata Mundur, yang Gagal Bukan Sensusnya Tapi Komunikasinya

by teguh
Juli 19, 2026

Tiga puluh petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang memilih mundur di tengah proses pendataan yang masih berlangsung. Angka itu...

30 Petugas Sensus Ekonomi Mundur, BPS Semarang Bantah Honor Macet

30 Petugas Sensus Ekonomi Mundur, BPS Semarang Bantah Honor Macet

by teguh
Juli 19, 2026

Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Semarang menghadapi sorotan setelah 30 petugas sensus mengundurkan diri. Di saat yang sama, muncul...

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

Lima Juta Kendaraan Menunggak: Krisis Kepatuhan atau Daya Beli yang Melemah?

by teguh
Juni 11, 2026

Lima juta kendaraan di Jawa Tengah tidak membayar pajak hingga akhir 2025. Angka itu bukan sekadar catatan administrasi. Nilainya mencapai...

Next Post
IHSG Menguat di Tengah Redanya Isu AI dan Bayang-Bayang Tarif AS

IHSG Menguat di Tengah Redanya Isu AI dan Bayang-Bayang Tarif AS

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id