Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Cabai Mahal, Pemprov Jawa Tengah Salurkan Subsidi ke 15 Daerah

by dimas
Februari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempercepat distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang Ramadhan 2026. Langkah ini diambil setelah harga cabai rawit merah melonjak tajam dan menekan daya beli masyarakat.

Kenaikan harga paling terasa pada pekan kedua Februari. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit merah menyentuh Rp 85.000 per kilogram. Angka itu melampaui Harga Acuan Pemerintah (HAP) sebesar Rp 57.000 per kilogram, atau melonjak sekitar 49 persen.

Lonjakan tersebut langsung memukul rumah tangga, pedagang kecil, hingga pelaku usaha kuliner. Bagi warga berpenghasilan harian, selisih puluhan ribu rupiah per kilogram bukan sekadar angka statistik itu berarti pengeluaran dapur yang membengkak.

Operasi Pasar dan Subsidi Cabai

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari, menyatakan pihaknya langsung menyalurkan tiga ton cabai ke 15 kabupaten/kota sebagai langkah intervensi. Ia bergerak setelah menerima arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi untuk menekan gejolak harga melalui operasi pasar.

Pemprov membanderol cabai bersubsidi di angka Rp 65.000 per kilogram. Selisih harga itu diharapkan bisa menahan laju kenaikan sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Wilayah sasaran distribusi difokuskan pada daerah nonpenghasil seperti Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Tegal, Kota Pekalongan, serta sejumlah kabupaten seperti Demak, Rembang, Pati, Klaten, Karanganyar, Jepara, Brebes, Banyumas, dan Sukoharjo. Pemerintah menunjuk Perusda Jateng Agro Berdikari (JTAB) untuk menyalurkan komoditas tersebut secara langsung ke pasar.

Strategi ini menyasar titik-titik konsumsi tinggi yang tidak memiliki suplai lokal memadai. Dengan memperpendek rantai distribusi, pemerintah berharap harga kembali mendekati batas wajar.

Pengawasan Spekulan dan Stok Pangan

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, memastikan stok pangan sebenarnya cukup. Namun lonjakan permintaan menjelang Ramadhan memicu kenaikan harga di lapangan. Ia menggandeng Satgas Pangan Polda Jawa Tengah untuk mengawasi distribusi dan menelusuri kemungkinan praktik penimbunan.

Di sisi lain, Perum Bulog wilayah Jawa Tengah memperkuat distribusi beras SPHP dan MinyakKita. Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Jateng, Gandi Prarista, menyatakan pihaknya menyalurkan beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram dan MinyakKita Rp 12.700 per liter.

Bulog mengklaim stok beras aman hingga akhir tahun. Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap bisa mengakses bahan pokok dengan harga terkendali, terutama saat konsumsi meningkat selama Ramadhan.

Siapa yang Paling Terdampak?

Kenaikan harga cabai paling terasa bagi rumah tangga kelas menengah ke bawah dan pedagang makanan kecil. Warung makan, penjual gorengan, hingga pelaku UMKM kuliner harus memilih menaikkan harga jual atau menanggung margin yang menyusut.

Jika harga bahan pokok terus merangkak naik, tekanan inflasi pangan bisa meluas. Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum peningkatan konsumsi justru berpotensi menekan daya beli jika harga tak terkendali.

Langkah operasi pasar dan distribusi SPHP menjadi ujian cepat bagi pemerintah daerah. Publik menunggu hasil konkret di lapangan, bukan sekadar klaim stok aman. Sebab bagi warga, stabilitas harga bukan soal pernyataan resmi melainkan soal apakah uang belanja cukup sampai akhir bulan. @dimas

Tags: 2026BulogcabaiHargaInflasiJawa TengahOperasiPasarRamadhanSatgasSembako

Kamu Melewatkan Ini

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

Indonesia Sudah Konsisten: Kenaikan Harga Menjadi Rutinitas

by jeje
Mei 9, 2026

Belanja kebutuhan dapur sekarang terasa seperti permainan bertahan hidup. Uang Rp100 ribu masuk pasar dengan percaya diri, lalu pulang bersama...

Next Post
Pria di Bantul Tewas Diserang Pria Bertopeng, Polisi Masih Buru Pelaku

Pria di Bantul Tewas Diserang Sosok Bertopeng Saat Tertidur

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id