Sabtu, Mei 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Wapres Gibran Dorong Subsidi Sembako dan Digitalisasi Pasar Badung

by dimas
Februari 13, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung ke Pasar Badung, Kota Denpasar, Jumat. Di tengah hiruk-pikuk transaksi dan aroma rempah yang menguar dari lapak pedagang, ia menegaskan satu hal subsidi sembako untuk pedagang perlu diperluas demi menekan laju inflasi.

Didampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, Gibran menyapa pedagang satu per satu. Ia mendengar langsung keluhan soal harga cabai yang merangkak naik dan biaya distribusi yang kerap tak menentu. Pemerintah, katanya, tak boleh menunggu harga melonjak tinggi baru bertindak.

Subsidi untuk Redam Tekanan Harga

Gibran menegaskan pemerintah harus menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan yang responsif dan tepat sasaran. Ia meminta subsidi komoditas strategis tidak diberikan secara terbatas, melainkan merata kepada pedagang yang terdampak gejolak harga.

Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan penguatan ekonomi rakyat. Pemerintah pusat ingin memastikan pasar tradisional tetap menjadi ruang ekonomi yang sehat, stabil, dan berpihak pada pelaku usaha kecil.

Di lapangan, pedagang mengaku subsidi membantu menahan kenaikan harga di tingkat konsumen. Namun, mereka juga berharap skema distribusi lebih cepat dan tidak berbelit. Sebab ketika harga naik pagi ini, pembeli langsung menawar lebih keras siang harinya.

Ini Belum Selesai

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Digitalisasi Jadi Kunci Efisiensi

Selain subsidi, Gibran mendorong percepatan digitalisasi di Pasar Badung. Ia menilai sistem transaksi yang modern akan memperkuat transparansi harga dan memperlancar distribusi.

Digitalisasi, menurutnya, bukan sekadar tren. Sistem pencatatan stok dan transaksi yang rapi akan membantu pemerintah membaca pola kenaikan harga lebih dini. Dengan begitu, intervensi bisa dilakukan sebelum gejolak meluas.

Pemerintah pusat, lanjut Gibran, mengapresiasi langkah digitalisasi yang sudah berjalan. Namun ia meminta pemerintah daerah mempercepat integrasi data komoditas agar setiap lonjakan harga langsung terdeteksi.

Cabai Naik, Beras Masih Aman

Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Denpasar, Ida Bagus Kompyang Wiranata, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wapres. Saat ini, subsidi difokuskan pada komoditas cabai yang mengalami kenaikan akibat faktor cuaca.

Ia menjelaskan lonjakan harga cabai kerap terjadi secara musiman. Curah hujan tinggi mengganggu panen dan distribusi. Akibatnya, pasokan menurun sementara permintaan tetap tinggi.

Sebaliknya, harga beras dan gula masih relatif stabil sehingga belum memerlukan intervensi tambahan. Harga daging memang mulai naik, tetapi masih dalam batas aman. Secara umum, pasokan kebutuhan pokok di Pasar Badung masih terjaga, termasuk komoditas yang didatangkan dari luar Bali.

Siapa yang Paling Terdampak?

Lonjakan harga paling terasa bagi pedagang kecil dengan modal terbatas. Mereka sulit menyerap kenaikan harga dari distributor. Di sisi lain, konsumen rumah tangga berpenghasilan rendah juga paling terpukul karena belanja harian langsung menyedot pendapatan.

Karena itu, kebijakan subsidi bukan hanya soal menekan angka inflasi di atas kertas. Kebijakan ini menyangkut stabilitas dapur rumah tangga dan keberlangsungan usaha mikro di pasar tradisional.

Kunjungan kerja Gibran ke Bali menjadi sinyal bahwa pemerintah ingin bergerak cepat. Namun publik tentu menunggu konsistensi kebijakan, bukan sekadar kunjungan simbolik. Sebab di pasar, harga tak pernah menunggu rapat koordinasi ia naik dan turun mengikuti realitas. Dan ketika harga melonjak, yang pertama kali menjerit bukan grafik statistik, melainkan pedagang dan ibu rumah tangga di depan etalase. @dimas

Tags: badungbalidenpasardigitalisasiEkonomi IndonesiagibranInflasiPasarrakyatSembakoSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Next Post
RUU Perampasan Aset: Saat Negara Mengejar Uang, Bukan Sekadar Pelaku

RUU Perampasan Aset: Senjata Baru atau Sekadar Wacana?

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Jurnalis Kalteng Diteror Usai Ajakan Nobar “Pesta Babi”, Diancam Disiram Air Keras

Mei 15, 2026

Disekap dan Diperkosa: Ironi Mahasiswi Makassar Saat Mencari Pekerjaan

Mei 15, 2026

“Sepatu Kekecilan” dan Tragedi Siswa SMK Samarinda yang Mengguncang Publik

Mei 15, 2026

300 Rumah Terendam Saat Warga Tidur: Banjir Lumajang Datang dari Hulu

Mei 15, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id