Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online

by eko
Oktober 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Sekitar 200 ribu anak Indonesia terpapar judi online. Pemerintah kini mengejar konten, transaksi, hingga aliran dana judol.

Tabooo.id: Jakarta – Sekitar 200 ribu anak di Indonesia masuk dalam paparan judi online. Dari jumlah itu, sekitar 80 ribu anak berusia di bawah 10 tahun.

Judi online kini menyentuh anak-anak Indonesia. Sekitar 200.000 anak tercatat terpapar judi online, termasuk sekitar 80.000 anak berusia di bawah 10 tahun.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap data tersebut saat pemerintah memperluas pemberantasan judi online.

Pemerintah tidak hanya mengejar konten. Mereka juga menelusuri transaksi dan aliran dana yang menopang aktivitas judi online.

Ini Belum Selesai

Disdikpora DIY Imbau Siswa Tak Ikut Demo, UMY Izinkan Mahasiswa Turun ke Jalan

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Judi Online Masuk ke Lingkaran Bansos

Persoalan judol juga muncul pada kelompok penerima bantuan sosial (bansos).

Pada 2024, pemerintah menemukan 571.410 NIK penerima bansos yang terkait aktivitas judi online.

Data pemerintah mencatat nilai deposit sekitar Rp957 miliar melalui 7,5 juta transaksi.

Angka tersebut menunjukkan satu hal penting. Judi online tidak berhenti pada layar ponsel.

Aktivitas itu juga bisa mengganggu kondisi ekonomi keluarga.

Bagi penerima bansos, uang bantuan memiliki fungsi penting untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ketika uang masuk ke perjudian, kebutuhan keluarga bisa ikut terdorong ke belakang.

Komdigi Tangani Lebih dari 2 Juta Konten Judol

Sepanjang 1 Januari hingga 31 Desember 2025, Komdigi menangani 2.087.109 konten perjudian.

Sebanyak 1.809.358 konten berasal dari situs web dan alamat Internet Protocol (IP).

Komdigi juga menangani 122.366 konten melalui layanan berbagi berkas.

Kemudian, 92.322 konten muncul melalui platform Meta.

Google dan YouTube menyumbang 43.475 konten.

Sementara itu, X mencapai 16.526 konten. Telegram mencapai 1.882 konten. TikTok mencapai 1.166 konten.

Dalam periode 20 Oktober 2024 hingga 11 September 2026, pemerintah menangani 5,15 juta konten negatif.

Dari angka tersebut, 4,03 juta konten berkaitan dengan perjudian.

Pemerintah Mulai Mengejar Uangnya

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menilai pemerintah perlu memperluas strategi pemberantasan judol.

Menurut Meutya, pemerintah tidak cukup hanya menghapus konten atau memutus akses.

Pemerintah juga perlu mengejar transaksi dan aliran dana.

“Tidak cukup hanya memutus akses atau menurunkan kontennya. Kita harus mempersempit seluruh ruang geraknya, dari konten dan platform sampai transaksi dan aliran dana yang menghidupkan ekosistem perjudian.”

Komdigi juga memperkuat pengawasan platform melalui Sistem Kepatuhan Moderasi Konten (SAMAN).

Sejak Februari 2025 hingga 11 September 2026, SAMAN menangani 358 batch aduan yang mencakup 1.801 URL.

Sistem ini mendorong platform untuk menindaklanjuti laporan dan menjalankan kewajiban moderasi.

Langkah tersebut penting karena pelaku judol bisa berpindah dari satu platform ke platform lain.

Mereka juga bisa mengganti tautan dan mencari jalur baru untuk menjangkau pengguna.

Masalahnya Bukan Lagi Sekadar Konten

Ketika sekitar 200.000 anak masuk dalam data paparan judi online, persoalannya berubah.

Yang terancam bukan hanya uang.

Ada masa depan anak, ada ekonomi keluarga dan ada pula ruang digital yang terus mencari celah baru.

Pemerintah kini mencoba mengejar seluruh ekosistem tersebut.

Meutya mengatakan pemerintah ingin mengukur keberhasilan pemberantasan judol dari kemampuan memutus jaringan perjudian.

Bukan sekadar menghitung jumlah konten yang mereka hapus.

“Perlawanan ini belum selesai. Semakin cepat modus berubah, semakin kuat pula kolaborasi dan sistem pengawasan yang harus kita bangun.”

Ini Bukan Sekadar Judi

Judi online tidak lagi berhenti pada orang dewasa yang memasang taruhan lewat ponsel.

Data pemerintah menunjukkan paparan juga menyentuh anak-anak.

Di sisi lain, transaksi judol juga bersinggungan dengan penerima bansos.

Jadi, persoalannya bukan cuma berapa banyak konten yang hilang. Persoalannya adalah berapa banyak ruang yang masih terbuka.

Kalau judi online bisa menemukan jalan menuju anak-anak, pertanyaannya bukan lagi apakah ancamannya nyata.@eko

Tags: Judi Online AnakJudolKomdigi

Kamu Melewatkan Ini

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

Kuota Hangus Belum Tuntas: Kepatuhan Operator Baru 50–70 Persen

by teguh
Oktober 14, 2026

Perlindungan kuota internet belum sepenuhnya merata. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut tingkat kepatuhan operator seluler baru mencapai 50–70...

Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judol, Letkol A Diduga Tahu

Rumah Dinas TNI Jadi Markas Judol, Letkol A Diduga Tahu Aktivitas Penyewa

by dimas
Oktober 12, 2026

Rumah dinas TNI di Cijantung diduga menjadi markas judi online. Sebelas orang ditangkap, sementara Letkol A diduga mengetahui aktivitas penyewa....

Mengapa Blokir Situs Tak Cukup untuk Memberantas Judi Online?

Mengapa Blokir Situs Tak Cukup untuk Memberantas Judi Online?

by eko
Oktober 8, 2026

Blokir situs judi online belum cukup. Pemerintah perlu mengejar jaringan, transaksi, dan aliran dana yang menghidupkan ekosistem judol. Tabooo.id -...

Next Post
Mengapa Blokir Situs Tak Cukup untuk Memberantas Judi Online?

Mengapa Blokir Situs Tak Cukup untuk Memberantas Judi Online?

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id