Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

OTT Kepala Daerah Lagi, Kapan RUU Perampasan Aset Disahkan?

by dimas
April 11, 2026
in Deep
A A
Home Deep
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Deep – Kasus korupsi kepala daerah kembali muncul. Lagi, dan lagi.
Penangkapan seolah bukan akhir, melainkan bagian dari siklus yang terus berulang.

Lalu, kenapa mereka tidak jera?

OTT yang Menambah Daftar Panjang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menangkap Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan pada Jumat malam (10/4/2026).

Sehari setelahnya, Gatut langsung tiba di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Hingga kini, penyidik belum mengungkap detail perkara yang menjeratnya.

Meski begitu, satu hal sudah terlihat jelas: kasus ini bukan yang pertama.

Ini Belum Selesai

Canting Kuning: Ketika Batik Tulis Berjuang Melawan Zaman

Supersemar: Ketika Selembar Surat Mengubah Arah Republik

Dalam enam bulan terakhir, setidaknya tiga kepala daerah di Jawa Timur tersandung korupsi. Sebelumnya, KPK lebih dulu menangkap Wali Kota Madiun Maidi pada Januari 2026. Tak lama berselang, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga terjerat kasus serupa pada November 2025.

Karena itu, pola ini sulit lagi dianggap kebetulan.

Akar Masalah: Biaya Politik yang Mahal

Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Brawijaya, Prija Djatmika, menilai korupsi lahir dari keserakahan yang difasilitasi sistem, bukan sekadar kebutuhan ekonomi.

“Kalau bupati korupsi, kebanyakan karena biaya politik untuk pencalonan tinggi sehingga mereka harus mengembalikan,” ujarnya.

Saat seseorang mengeluarkan biaya besar untuk meraih jabatan, orientasi kekuasaan pun bergeser. Alih-alih melayani publik, jabatan justru berubah menjadi alat untuk mengembalikan modal.

Akibatnya, korupsi tidak lagi dianggap penyimpangan. Ia muncul sebagai konsekuensi dari sistem yang mahal.

Ini Bukan Soal Individu, Ini Soal Sistem

Banyak orang melihat penangkapan sebagai bukti hukum berjalan. Namun, di sisi lain, fakta berulang justru menunjukkan sistem belum benar-benar bekerja.

Selama biaya politik tetap tinggi dan jabatan masih bisa “dibeli”, praktik korupsi hanya akan berganti pelaku.

Jadi, persoalannya bukan sekadar siapa yang tertangkap. Persoalan utamanya adalah mengapa praktik yang sama terus terjadi.

Solusi yang Mendesak: Perampasan Aset

Prija menegaskan, hukuman penjara saja tidak cukup untuk menimbulkan efek jera.

“Pemidanaan tidak akan efektif tanpa perampasan aset. Cara paling efektif adalah pemiskinan,” katanya.

Karena itu, pengesahan RUU Perampasan Aset menjadi langkah penting. Melalui aturan tersebut, negara bisa menyita kekayaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan lewat mekanisme perdata.

Logikanya sederhana: jika korupsi bertujuan mencari uang, maka negara harus mengambil kembali uang itu.

Tanpa langkah tersebut, penjara hanya menjadi jeda sementara, bukan solusi akhir.

Dampaknya Buat Kamu

Korupsi kepala daerah bukan sekadar isu hukum di atas kertas. Dampaknya langsung terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Jalan rusak tak kunjung diperbaiki. Fasilitas kesehatan tetap minim. Sementara itu, pajak yang kamu bayar tidak kembali dalam bentuk layanan yang layak.

Dengan kata lain, korupsi mungkin terlihat jauh. Namun, dampaknya selalu dekat.

Analisis Tabooo

Selama ini, publik cenderung fokus pada penindakan. Setiap OTT dianggap kemenangan.

Namun, pertanyaan penting justru sering terlewat kenapa OTT terus terjadi?

Masalahnya bukan sekadar pada lemahnya hukuman. Masalahnya ada pada sistem yang masih memberi ruang bagi korupsi untuk tetap menguntungkan.

Selama keuntungan itu ada, praktik ini akan terus berulang.

Closing

Satu orang tertangkap, tetapi sistem tetap berjalan.

Sekarang pilihannya jelas, kita ingin terus menangkap pelaku, atau mulai membongkar akar masalahnya? @dimas

Tags: biayaKepala DaerahKorupsi di IndonesiaKPKNasionalottPerampasan AsetPolitik IndonesiaRUUSistem

Kamu Melewatkan Ini

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

D.N. Aidit: Dari Muazin Belitung ke Ketua PKI

by Tabooo
Juli 18, 2026

D.N. Aidit tumbuh dalam keluarga Muslim terpandang di Belitung. Perjalanannya membawanya dari surau, gerakan pemuda, hingga puncak kepemimpinan PKI dan...

Kipas Anginnya Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

Kipas Angin Belum Datang, Drama Anggarannya Sudah Bikin Indonesia Masuk Angin

by teguh
Juli 17, 2026

Di era media sosial, satu tangkapan layar bisa memicu kegaduhan nasional sebelum pemerintah sempat membuka konferensi pers. Itulah yang terjadi...

Polri Tetapkan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka

Di Balik Kasus Febrie: Hukum atau Pertarungan Elite?

by dimas
Juli 16, 2026

Kasus Febrie Adriansyah memicu pertanyaan besar: murni penegakan hukum atau pertarungan elite? Transparansi kini menjadi taruhan kepercayaan publik. Tabooo.id -...

Next Post
Ketika HP Jadi Pelarian, Siapa yang Benar-Benar Kita Hindari?

Ketika HP Jadi Pelarian, Siapa yang Benar-Benar Kita Hindari?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id