Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Israel Siap Serang Iran Tanpa Menunggu Amerika Serikat

by dimas
Februari 10, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Israel meningkatkan tekanan diplomatik ke Amerika Serikat. Dalam rangkaian pertemuan keamanan tingkat tinggi, pejabat pertahanan Israel menilai program rudal balistik Iran telah berubah menjadi ancaman langsung bagi keberlangsungan negara mereka. Israel tidak hanya menyampaikan peringatan, tetapi juga menyatakan kesiapan untuk bertindak sendiri jika Teheran melampaui batas yang telah mereka tetapkan.

Melalui jalur koordinasi strategis, Tel Aviv menyampaikan pesan itu secara terbuka kepada Washington. Israel menilai ancaman rudal Iran kini bersifat nyata dan operasional. Menurut pejabatnya, fase pengembangan telah bergeser menuju kemampuan serangan yang dapat mengubah keseimbangan kawasan.

Israel Susun Opsi Serangan Mandiri

Dalam beberapa pekan terakhir, Israel secara aktif menyampaikan niatnya untuk melumpuhkan kemampuan rudal Iran. Fokus Israel tidak berhenti pada sistem senjata aktif. Pemerintah juga mengincar infrastruktur produksi yang menopang pengembangan rudal balistik.

Sumber keamanan menyebut pejabat militer Israel telah memaparkan konsep operasional kepada Amerika Serikat. Rencana tersebut mencakup skenario serangan ke fasilitas manufaktur utama serta lokasi pendukung yang dianggap vital.

“Kami mengatakan kepada Amerika bahwa kami akan menyerang sendiri jika Iran melewati garis merah terkait rudal balistik,” ujar seorang sumber keamanan kepada The Jerusalem Post, pada Minggu (8/2/2026).

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Hingga kini, Israel belum menyimpulkan Iran telah melewati ambang batas itu. Namun, intelijen Israel terus memantau setiap perkembangan di Iran, terutama aktivitas produksi dan pengujian rudal.

Pejabat Israel Sebut Momentum Penentu

Di internal militer dan pemerintahan, para pejabat Israel memandang situasi saat ini sebagai titik krusial. Seorang pejabat pertahanan menyebut momen ini sebagai “peluang bersejarah” untuk menghantam infrastruktur rudal Iran secara signifikan.

Menurutnya, langkah tegas saat ini dapat mengurangi ancaman aktif, tidak hanya bagi Israel, tetapi juga bagi negara-negara di sekitarnya. Karena itu, Israel dalam pertemuan terbaru kembali memaparkan daftar fasilitas tambahan yang terkait langsung dengan program rudal Iran.

Israel juga menegaskan sikap utama mereka. Negara itu tidak akan memberi ruang bagi Iran untuk membangun ulang sistem persenjataan strategis dalam skala yang mengancam eksistensi Israel.

Israel Waspadai Pendekatan Terbatas Trump

Di balik koordinasi intensif dengan Washington, pejabat Israel menyimpan kekhawatiran terhadap arah kebijakan Presiden AS Donald Trump. Sejumlah pejabat menilai Trump berpotensi memilih pendekatan serangan terbatas, seperti operasi militer AS terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Israel menilai pendekatan itu berisiko besar. Serangan parsial, menurut mereka, hanya akan merusak sebagian target tanpa melumpuhkan kemampuan inti Iran.

“Kekhawatirannya, dia memilih beberapa target, menyatakan kemenangan, lalu meninggalkan Israel menghadapi konsekuensinya, seperti yang terjadi pada Houthi,” ujar seorang pejabat militer Israel.

Ia menilai langkah setengah hati justru membuka peluang bagi Iran untuk mempertahankan ancaman strategisnya.

Netanyahu Bawa Komandan AU ke Washington

Di tengah eskalasi isu ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadwalkan kunjungan ke Amerika Serikat. Dalam agenda tersebut, Brigadir Jenderal Omer Tishler calon Komandan Angkatan Udara Israel akan mendampingi Netanyahu.

Tishler akan mewakili Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir. Kehadirannya menunjukkan bahwa isu kekuatan udara dan serangan jarak jauh menjadi fokus utama pembicaraan dengan pejabat AS.

Sementara itu, Israel belum menempatkan atase pertahanan baru di Washington. Menteri Pertahanan Israel Katz belum menyetujui kandidat militer yang diajukan, sehingga komunikasi formal di bidang pertahanan masih berlangsung terbatas.

Antara Sekutu dan Jalan Sendiri

Peringatan Israel kepada Amerika Serikat memperlihatkan dilema strategis yang kian tajam. Di satu sisi, Israel tetap membutuhkan dukungan Washington. Di sisi lain, Tel Aviv menolak menyerahkan keputusan soal ancaman eksistensial sepenuhnya kepada pertimbangan politik Amerika.

Pesan Israel kini terang: jika diplomasi gagal dan koordinasi tidak menahan laju program rudal Iran, mereka siap mengambil langkah paling berisiko bertindak sendiri. Di kawasan yang jarang mengenal kompromi, keputusan semacam itu berpotensi mengubah peta keamanan Timur Tengah hanya dalam hitungan jam. @dimas

Tags: ASBenjamin NetanyahuDonald TrumpGeopolitikInternasionalIsraelKawasanKeamanan NegaraKeteganganMiliterPerang IranpertahananPolitik IndonesiaRudal BalistikStabilitasTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

Pilot WNI Ditolak Israel, Pesawat Kembali: Siapa Harus Menjelaskan?

by teguh
Oktober 14, 2026

Sebuah pesawat sudah mengudara. Tujuannya jelas, rute penerbangan sudah berjalan, dan misi pengiriman kargo seharusnya tinggal mengikuti prosedur. Namun, perjalanan...

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

Pilot WNI Bikin Pesawat Kargo Putar Balik: Ada yang Salah di Prosedur Israel?

by teguh
Oktober 14, 2026

Insiden penerbangan pada 12/10/2026 menyoroti pemeriksaan awak, koordinasi maskapai, dan dampak hubungan diplomatik terhadap operasional penerbangan internasional. Otoritas keamanan dan...

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Next Post
Mensesneg Tegaskan Polemik BPJS Kesehatan Tak Perlu Tunggu Perpres

Mensesneg Tegaskan Polemik BPJS Kesehatan Tak Perlu Tunggu Perpres

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id