Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

TikTok Dinilai UE Mendorong Kecanduan Pengguna

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Kamu buka TikTok cuma buat cari hiburan sebelum tidur. Lima menit, niatnya. Tiba-tiba jam menunjukkan pukul 01.30. Mata perih, kepala capek, tapi jempol masih refleks naik-turun layar. Kalau ini terdengar familiar, tenang kamu nggak sendirian. Bahkan Uni Eropa saja sekarang ikut angkat tangan dan bilang ada yang salah dengan desain TikTok.

Uni Eropa (UE) baru saja menilai TikTok melanggar aturan keamanan digital. Alasannya bukan soal konten semata, tapi cara aplikasi ini dirancang. Menurut Komisi Eropa, desain TikTok mendorong kecanduan dan berpotensi membahayakan kesehatan mental pengguna dari anak-anak sampai orang dewasa yang rentan.

Bukan Cuma Soal Konten, Tapi Cara Otak Kita “Dipancing”

Dalam putusan awal berdasarkan Undang-Undang Layanan Digital (DSA), Komisi Eropa menilai TikTok belum melakukan penilaian risiko yang memadai terhadap dampak desain aplikasinya. Padahal, platform ini punya lebih dari 1 miliar pengguna global.

Masalah utamanya ada di fitur yang terasa “normal” buat kita: infinite scroll, algoritma super presisi, dan aliran konten tanpa jeda. Komisi menyebut TikTok terus-menerus “memberi hadiah” berupa video baru, sehingga otak pengguna masuk ke mode autopilot. Scroll, nonton, scroll lagi tanpa sadar waktu.

Laporan The Guardian menyebut pola ini memicu perilaku kompulsif dan melemahkan kemampuan kontrol diri. Komisi juga menyoroti indikator berbahaya, seperti lamanya anak-anak menggunakan TikTok di malam hari. Bukan cuma begadang, tapi begadang tanpa sadar.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Kenapa Kita Mudah Kecanduan? Ini Bukan Lemah Mental

Sebelum menyalahkan diri sendiri, ada baiknya kita paham satu hal ini bukan soal kurang disiplin. Ini soal desain.

Secara psikologis, otak manusia sangat responsif terhadap sistem hadiah acak mirip mesin slot. Kamu nggak tahu video berikutnya bakal lucu, menyentuh, atau bikin kaget. Ketidakpastian inilah yang bikin dopamin naik. Dan TikTok memanfaatkannya dengan sangat rapi.

Gen Z dan Milenial hidup di era serba cepat. Stres, FOMO, tuntutan produktif, plus tekanan sosial bikin otak kita mencari pelarian instan. TikTok datang sebagai solusi cepat hiburan pendek, personal, dan terasa “ngerti kamu”. Tanpa sadar, aplikasi ini bukan cuma menemani waktu luang, tapi ikut mengatur ritme harian kita.

Masalahnya, ketika desain aplikasi lebih kuat dari niat pengguna, relasinya jadi timpang.

UE Mulai Bertindak: Algoritma Tak Lagi Sakral?

Komisi Eropa kini mempertimbangkan langkah serius. Mereka ingin TikTok mengubah desain dasar layanannya. Beberapa opsi yang dibahas termasuk menonaktifkan infinite scroll secara bertahap, menerapkan jeda waktu layar yang benar-benar efektif, terutama di malam hari, dan menyesuaikan sistem rekomendasi konten.

Mereka juga mengkritik fitur manajemen waktu layar dan kontrol orang tua TikTok yang dianggap terlalu mudah diabaikan atau rumit untuk dipasang. Singkatnya, fitur pengaman ada, tapi kalah kuat dibanding mesin adiksi di balik layar.

Aktivis keamanan daring pun ikut bersuara. Beeban Kidron, anggota parlemen independen Inggris, mendesak pemerintah untuk “menetralkan lingkaran dopamin” media sosial adiktif. Istilahnya terdengar teknis, tapi intinya sederhana hentikan desain yang bikin orang susah berhenti.

Kalau TikTok terbukti melanggar DSA, dendanya bisa mencapai 6 persen dari omzet tahunan. Dengan estimasi pendapatan US$35 miliar tahun ini, angkanya jelas bukan main-main.

TikTok sendiri membantah keras temuan tersebut dan menyebutnya keliru. Mereka siap menantang keputusan ini lewat jalur hukum, seperti yang sebelumnya dialami X milik Elon Musk yang tahun lalu didenda €120 juta karena melanggar DSA.

Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?

Terlepas dari hasil akhir penyelidikan UE, satu hal sudah jelas cara kita memandang media sosial mulai berubah. Bukan lagi sekadar “tergantung penggunanya”, tapi juga soal tanggung jawab desain platform.

Buat kamu yang merasa capek, susah fokus, atau sering kehilangan waktu tanpa sadar, mungkin ini saatnya refleksi. Bukan untuk berhenti total karena itu juga nggak realistis tapi untuk lebih sadar kapan kamu memilih scroll, dan kapan kamu sedang dipilih oleh algoritma.

Karena di era digital, kebebasan bukan cuma soal akses. Kebebasan juga soal kemampuan berhenti. @teguh

Tags: algoritmaAnakAplikasiDesainDewasaDigitaldopaminFiturFomoGlobalKesehatanMedia SosialmentalPlatform XScrollStresTikTok

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

Ketika Sound Horeg Jadi Soal Kuasa: Siapa Berhak Menentukan Batas?

by teguh
September 10, 2026

Polemik “goblok” hanya permukaan. Di bawahnya ada benturan antara kebebasan, kenyamanan publik, otoritas, dan negara. Kata “goblok” tiba-tiba masuk ke...

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

Satu Video, Dua Narasi: Hercules dan Perang Tafsir di Tengah Kericuhan

by teguh
Agustus 30, 2026

Malam 27/08/2026 menyisakan banyak rekaman dari situasi demonstrasi yang memanas di Jakarta. Salah satu video memperlihatkan Rosario de Marshall alias...

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

Pabrik China Tetap Ngebut, Belanja Konsumen Melambat

by Tabooo
Agustus 17, 2026

Pabrik China masih bergerak cepat, tetapi konsumennya mulai menahan belanja. Data Juli memperlihatkan jurang produksi dan permintaan makin terbuka.

Next Post
Bukan Sekadar Kue Imlek, Ini Makna Kue Keranjang bagi Kehidupan

Bukan Sekadar Kue Imlek, Ini Makna Kue Keranjang bagi Kehidupan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id