Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

SBY Disebut Ramalkan AHY Menang Pemilu 2029, Ini Faktanya

by eko
Januari 29, 2026
in Check
A A
Home Check
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Check – Jagat Facebook kembali ramai setelah sebuah akun menyebarkan foto Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang berdiri di depan mikrofon dengan latar bendera merah putih dan logo Yudhoyono Institute. Dalam unggahan itu, akun tersebut menulis klaim bahwa SBY mengatakan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pasti menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang. Akun itu juga menambahkan komentar bernada sinis, seolah-olah SBY sudah lebih dulu menuding kecurangan, padahal pesta demokrasi masih jauh di depan.

Fakta di Balik Foto Viral

Sekilas unggahan itu terlihat meyakinkan: tokohnya ada, fotonya jelas, kalimatnya panas. Namun penelusuran menunjukkan hasil berbeda. Tidak satu pun pernyataan resmi, video, atau kutipan media kredibel membuktikan bahwa SBY pernah mengucapkan kalimat tersebut. Foto itu memang asli, tetapi pihak penyebar memelintir konteksnya. Mereka mengambil gambar tersebut dari cuplikan video berjudul “Kekhawatiran SBY Lihat Perang Di mana-mana: Dunia Kita Makin Rumit”, yang merekam sambutan SBY dalam acara The Yudhoyono Institute pada Senin (12/5).

Isi Pidato SBY yang Sebenarnya

Dalam video itu, SBY sama sekali tidak menyinggung AHY, Gibran, atau Pemilu 2029. Ia justru membahas kondisi global, mulai dari meningkatnya konflik antarnegara, memanasnya geopolitik, hingga perang dagang ekonomi yang membuat dunia terasa makin rumit. Jadi, narasi tentang “AHY pasti menang kalau Gibran tidak curang” hanya tempelan bukan ucapan SBY.

Kenapa Hoaks Model Begini Gampang Laku?

Pelaku hoaks biasanya memakai pola klasik: mereka mengambil foto tokoh terkenal, menambahkan kalimat sensasional, lalu melemparkannya ke media sosial. Bayangkan orang memotret seseorang yang sedang minum air putih, lalu memberi caption “dia bilang kopi paling sehat sedunia.” Foto asli, cerita palsu. Begitu isu politik masuk, emosi ikut naik dan jempol sering bergerak lebih cepat daripada logika.

Jangan Mudah Kepancing

Klaim yang menyebut SBY memastikan AHY menang Pemilu 2029 jika Gibran tidak curang tidak sesuai dengan konteks aslinya alias hoaks. Saat itu, SBY berbicara soal situasi dunia, bukan ramalan hasil pemilu. Di era digital, satu gambar bisa memicu ribuan salah paham. Karena itu, biasakan berhenti sebentar, cek sumber, dan cari konteks utuh sebelum ikut menyebarkan. Hoaks memang cepat viral, tapi dampaknya bisa panjang.

Ini Belum Selesai

Benarkah Genjer-Genjer adalah Lagu PKI? Cek Faktanya

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

Sebelum share, cek dulu—biar gak ikut dosa digital.@eko

Tags: Check FaktaDemokratHoaksPemilusby

Kamu Melewatkan Ini

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

Otoriter Populis Sama dengan Diktator? Ini Jawabannya

by Tabooo
Juni 3, 2026

Otoriter Populis tidak sama persis dengan diktator, meski keduanya bisa sama-sama melemahkan kebebasan. Diktator klasik biasanya memakai paksaan terbuka, sementara...

Otoriter Populis: Kediktatoran Berkedok Demokrasi

Otoriter Populis: Kediktatoran Berkedok Demokrasi

by Tabooo
Juni 2, 2026

Otoriter Populis adalah gaya kekuasaan yang memakai nama rakyat untuk melemahkan demokrasi dari dalam. Ia tetap bisa hidup lewat pemilu,...

Benarkah Kritik Pemerintah Bisa Langsung Dipidana? Ini Faktanya

Benarkah Kritik Pemerintah Bisa Langsung Dipidana? Ini Faktanya

by eko
Mei 10, 2026

“Kritik pemerintah bisa bikin masuk penjara.” Kalimat itu kini semakin sering muncul di media sosial Indonesia. Di grup WhatsApp keluarga,...

Next Post
Chery Bangun Pabrik di Indonesia: Indonesia Naik Kelas di Mata China

Chery Bangun Pabrik di Indonesia: Indonesia Naik Kelas di Mata China

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id