Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Game Dragon Ball Age 1000 Jadi Proyek Paling Ambisius Bandai Namco

by eko
Mei 8, 2026
in Culture, Game
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Selama ini, Dragon Ball selalu identik dengan masa lalu. Rambut emas. Jurus legendaris. Musuh datang, dikalahkan, lalu muncul yang lebih kuat. Namun kini, situasinya mulai berubah. Bagaimana jika Dragon Ball justru melompat jauh ke depan?

Lewat proyek baru berjudul Dragon Ball Age 1000, Bandai Namco mencoba menawarkan jawaban. Judulnya terdengar ekstrem. Usia seribu tahun. Artinya, ini bukan sekadar lanjutan cerita, melainkan perubahan arah yang cukup berani.

Karena itu, wajar jika reaksi fans langsung terbelah antara antusias dan waswas.

Dikembangkan Lama, Maka Bukan Proyek Asal Jadi

Pertama-tama, satu hal perlu ditegaskan. Dragon Ball Age 1000 bukan game dadakan.

Proyek ini dikembangkan selama enam hingga tujuh tahun, termasuk tahap konsep awal. Untuk industri game modern, durasi ini terbilang panjang.

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Justru karena itu, ekspektasi ikut naik. Bandai Namco tampaknya tidak ingin sekadar mengulang formula lama. Sebaliknya, mereka mencoba membangun fondasi baru yang lebih segar.

Dengan kata lain, ini bukan proyek nostalgia instan.

Satu Karakter Baru yang Mengubah Peta Cerita

Lalu, perhatian publik tertuju pada satu fakta penting: karakter orisinal.

Bukan karakter lama. Bukan versi alternatif. Bahkan bukan turunan dari tokoh populer. Ini karakter baru yang belum pernah muncul di manga, anime, maupun game Dragon Ball sebelumnya.

Yang membuatnya semakin spesial, karakter ini dirancang langsung oleh Akira Toriyama.

Karena itu, kabar ini langsung terasa emosional. Bagi fans lama, ini bukan sekadar tambahan roster. Ini seperti pesan perpisahan yang dibungkus dalam bentuk game.

Sentuhan Toriyama yang Tidak Setengah-setengah

Lebih jauh lagi, peran Toriyama ternyata tidak berhenti di desain karakter.

Menurut Akio Iyoku, produser eksekutif sekaligus presiden Capsule Corporation Tokyo, Toriyama ikut menentukan dunia tempat game ini berlangsung. Selain itu, ia juga terlibat dalam pengembangan aspek fundamental sejak awal.

Dengan demikian, Dragon Ball Age 1000 tetap membawa DNA asli Dragon Ball. Bukan tiruan. Bukan interpretasi sembarangan.

Tak heran, ketika karakter barunya muncul di video promosi, respons fans langsung meledak. Media sosial penuh teori. Forum dipenuhi spekulasi.

Sekali lagi, Dragon Ball sukses jadi topik global.

Rekam Jejak Bandai Namco Jadi Modal Penting

Selanjutnya, kita tidak bisa melewatkan rekam jejak Bandai Namco.

Selama bertahun-tahun, mereka konsisten menggarap game Dragon Ball. Salah satu contoh terkuat tentu saja Dragon Ball Xenoverse 2.

Game ini rilis pada 2016 dan bertahan lintas generasi. Dari PS4 hingga PS5. Dari Xbox One hingga Xbox Series X|S. Bahkan sempat hadir di Google Stadia.

Dari sini, satu hal terlihat jelas. Bandai Namco paham cara menjaga umur panjang sebuah waralaba.

Namun demikian, Age 1000 terasa berbeda. Ini bukan soal bertahan lama, melainkan soal berani berubah.


Dragon Ball di Era Tanpa Penciptanya

Pada titik ini, ada realita yang tidak bisa dihindari.

Dragon Ball kini berjalan tanpa Akira Toriyama.

Karena itu, Dragon Ball Age 1000 terasa seperti jembatan. Ia menghubungkan masa lalu dan masa depan. Ia mencoba membuktikan bahwa Dragon Ball masih bisa hidup tanpa kehilangan jiwanya.

Tentu saja, langkah ini penuh risiko. Akan tetapi, stagnasi justru lebih berbahaya.

Saatnya Keluar dari Zona Nyaman

Akhirnya, Dragon Ball Age 1000 bukan hanya tentang game baru. Ini tentang keberanian untuk tumbuh.

Pertanyaannya sederhana, tapi menohok.
Apakah Dragon Ball boleh berubah?

Atau sebaliknya, apakah kita hanya ingin terus bernostalgia?

Mungkin sekarang waktunya jujur. Kita mencintai Dragon Ball bukan karena ia selalu sama, melainkan karena ia berani melangkah maju.

Jadi, sekarang giliran kamu.
Siap ikut melangkah ke usia seribu, atau masih nyaman di masa lalu? @eko

Tags: Bandai NamcoGameGame Baru

Kamu Melewatkan Ini

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

GTA 6 Habiskan Rp 26 Triliun, Ini Game atau Negara Kecil?

by eko
Mei 12, 2026

GTA 6 akhirnya semakin dekat. Tapi yang datang bukan cuma game baru melainkan proyek raksasa yang mulai mengubah wajah industri...

Vivo T5 Series: Gaya Hidup  atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

Vivo T5 Series: Gaya Hidup atau Tekanan Digital yang Makin Halus?

by teguh
Mei 8, 2026

Kalau dulu smartphone cuma alat komunikasi, sekarang ceritanya berbeda. Pada 29/04/2026, vivo Indonesia resmi merilis Vivo T5 Series. Namun, lebih...

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

Saat Smartwatch Tak Lagi Buat Lari, Tapi Buat Push Rank

by teguh
Mei 8, 2026

Dulu orang memakai smartwatch untuk menghitung langkah, membakar kalori, atau membaca notifikasi rapat. Kini perannya bergeser. Infinix membawa jam pintar...

Next Post
Kawasaki W175 ABS & Street Meluncur, Tampil Retro dengan Mesin Injeksi

Kawasaki W175 ABS & Street Meluncur, Tampil Retro dengan Mesin Injeksi

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id