Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Film Aksi Hingga Dokumenter Warnai Pemutaran JAFF 2025 di Empire XXI

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Entertainment – Kalau ada tempat di Indonesia yang bisa berubah dari kota pelan menjadi kompor gas dalam hitungan jam, jawabannya jelas Yogyakarta ketika JAFF berlangsung. Pada Selasa (2/12/2025) itu, Empire XXI bukan sekadar bioskop tetapi menjadi arena gladiator tempat para penonton datang bukan hanya untuk menonton film, tetapi juga untuk menguji adrenalin, ekspektasi, dan tentu saja kesabaran menghadapi antrean yang bisa mengalahkan antre cilok gratis.

Penyebab keramaiannya satu judul yaitu Ikatan Darah. Film aksi lokal yang baru tayang perdana di Indonesia ini sukses membuat lobi Empire terasa seperti gerbang konser musik keras.

Aksi Brutal Keluarga Berantakan Penonton Tepuk Tangan

Sejak siang, antrean mengular panjang bukan karena bioskop telat buka, tetapi karena semua orang penasaran seperti apa wujud aksi brutal yang lebih dulu viral di jagat maya. Begitu lampu teater padam, tidak butuh lima menit bagi penonton untuk sadar bahwa hype itu bukan omong kosong.

Dua jam pemutaran berjalan seperti naik wahana roller coaster. Teriakan kaget, tepuk tangan, hingga celetukan spontan hadir lengkap. Ikatan Darah bukan sekadar menjual pukulan dan ledakan. Film garapan sineas muda ini meracik aksi, drama keluarga, serta komedi satir yang disisipkan seperti bumbu penyedap sedikit tetapi membuat nagih.

Banyak penonton menyebut film ini sebagai penyegar karena tahun tahun sebelumnya JAFF sering didominasi drama drama kontemplatif yang membuat penonton berpikir panjang. Kali ini, penonton tetap berpikir tetapi sambil deg-degan.

Ini Belum Selesai

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Geliat Industri Saat Sineas Daerah Dapat Panggung Lebih Terang

Di luar ruang pemutaran, suasana tidak kalah ramai. Booth EKRAF dan PFN menjadi salah satu titik tersibuk dua hari terakhir. Dari jauh tampak seperti pameran karier tetapi untuk dunia film. Sineas pitching proyek, produser mondar-mandir, investor memasang telinga.

Yang paling menyenangkan adalah banyak kreator dari luar Jawa tampil percaya diri membawa dokumenter, film fiksi pendek, hingga animasi. Sesuatu yang jarang mendapat panggung luas di festival besar.

Memberi akses lebih besar bagi sineas daerah adalah tujuan PFN. Melihat antrean yang mengelilingi booth tersebut, tampaknya ini bukan hanya akses tetapi juga harapan baru bagi industri film Indonesia yang sering dianggap bertumpu pada kota kota besar di Jawa.

JAFF Market 2025 pun resmi berakhir dengan manis. Sebanyak 122 perusahaan dan 144 stan meramaikan kegiatan. Beberapa proyek dikabarkan berhasil menarik minat investor. Jika diibaratkan drama Korea, JAFF Market adalah episode ketika semua karakter inti akhirnya sadar bahwa mereka saling membutuhkan.

Ketika Dokumenter Mengajak Kita Bercermin Lebih Dalam

Di ruang berbeda, dokumenter Love Chaos Kin juga mencuri perhatian. Karya Chithra Jeyaram ini membawa sudut pandang keluarga yang jarang dibahas dalam film Asia. Kisahnya jujur, personal, kadang menyakitkan, tetapi tetap hangat.

Penonton keluar dari studio dengan wajah wajah yang seolah berkata Aku perlu merenung tetapi nanti saja sambil ngopi. Film ini membuktikan bahwa kekacauan dalam keluarga bukan hanya bahan curhat melainkan jendela penting untuk memahami diri sendiri.

JAFF Semakin Dewasa Penonton Semakin Membludak

Menjelang akhir penyelenggaraan, satu hal semakin jelas. JAFF bukan lagi festival film independen yang hanya bagus untuk foto media sosial. Festival ini sudah naik kelas. Penonton memadati Empire sejak pagi. Sesi diskusi hampir selalu penuh. Film film dari lebih dari 40 negara membuat festival ini seperti miniatur Asia yang dipusatkan di Jogja.

Ada penayangan ulang film klasik, ada penghormatan untuk Reza Rahadian, serta kolaborasi industri dari berbagai penjuru. JAFF 2025 tidak hanya merayakan film tetapi juga menunjukkan bahwa Yogyakarta telah menjadi simpul penting dalam ekosistem perfilman Asia.

Pada Akhirnya yang Kita Rayakan adalah Gerak

Dari aksi brutal Ikatan Darah hingga dialog lembut Love Chaos Kin, dari sineas daerah yang pitching dengan percaya diri hingga penonton yang rela antre panjang, JAFF 2025 memberi pesan sederhana. Dunia film terus bergerak dan kita diajak bergerak bersama.

Jogja kembali membuktikan diri sebagai kota yang tenang di luar tetapi selalu menyala di dalam. Jika kamu datang ke JAFF tahun ini selamat karena kamu bagian dari percikan itu. Jika belum jangan khawatir karena kita bertemu lagi pada 2026. @dimas

Tags: Festival FilmfilmindonesiaIndustri Film

Kamu Melewatkan Ini

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

LA Indie Movie Jogja Cetak Generasi Baru Sineas Muda

by dimas
Juni 21, 2026

LA Indie Movie Jogja cetak generasi baru sineas Indonesia melalui workshop, pitching, dan dukungan produksi film. Antusiasme peserta hampir tembus...

Official Selection Lift-Off 2026: Unseen, Unannounced Bawa Cerita Pinggiran ke Panggung Dunia

Official Selection Lift-Off 2026: Unseen, Unannounced Bawa Cerita Pinggiran ke Panggung Dunia

by eko
Mei 8, 2026

Kalau kamu nonton film buat cari drama besar, mungkin Unseen, Unannounced bukan pilihan pertama. Film ini tidak menghadirkan ledakan emosi...

Konsep Otomatis

Sebelum Tiga Puluh: Antara Mimpi, Tekanan, dan Realita yang Diam-Diam Kita Rasakan

by jeje
April 11, 2026

Tabooo.id: Vibes - Sukses sebelum usia 30 sering terdengar seperti mimpi yang harus dikejar. Semua orang membicarakannya, seolah ada garis...

Next Post
Semua Semakin Mudah Tapi Aman Nggak?

Semua Semakin Mudah Tapi Aman Nggak?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id