Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kampung Bahari Digerebek, Polisi Dihadang Batu dan Petasan

by dimas
November 1, 2026
in Kriminal, Reality
A A
Home Reality Kriminal
Share on Facebook
Share on Twitter
Kampung Bahari digerebek polisi. Petugas menghadapi lemparan batu dan petasan, sementara 26 orang ditangkap dalam operasi narkoba di Jakarta Utara.

Tabooo.id: Jakarta Utara – Penggerebekan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026), berlangsung tegang. Petugas gabungan menghadapi lemparan batu dan serangan kembang api saat mengepung kawasan tersebut.

Operasi ini tidak hanya menyasar jaringan peredaran narkoba. Polisi juga harus menghadapi perlawanan yang diduga bertujuan mengalihkan perhatian aparat dari target utama.

Tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob menggelar operasi sejak Minggu pagi. Ribuan personel menyisir sejumlah titik di Kampung Bahari.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, sejumlah orang melempari petugas dengan batu dan petasan.

“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya, pelemparan batu dan petasan. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” kata Bismo dikutip dari Kompas.com.

Ini Belum Selesai

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Meski menghadapi perlawanan, petugas menangkap 26 orang. Polisi menduga mereka terlibat dalam aktivitas peredaran narkoba, mulai dari bandar, pengedar, hingga pemakai.

Polisi Menyergap dari Jalur KRL

Di tengah operasi tersebut, polisi menerapkan strategi penyergapan dari berbagai arah. Aparat bahkan memanfaatkan KRL Commuter Line untuk menjangkau kawasan sasaran.

Sejumlah petugas berangkat dari Stasiun Tanjung Priok. Mereka kemudian turun di tengah perjalanan, tepat di seberang Kampung Bahari. Dari titik itu, aparat mengepung lokasi melalui beberapa arah.

“Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak,” ujar Bismo.

Selain memanfaatkan jalur kereta, petugas menyusuri sejumlah jalan tikus. Langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak orang-orang yang berusaha kabur.

Namun, polisi tidak berhasil menangkap seluruh target operasi. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengakui sejumlah orang melarikan diri saat keributan terjadi.

Meski demikian, Dadang mengklaim polisi telah mengantongi identitas dan jejak pelarian mereka.

“Yang penting dia tidak memanfaatkan masyarakat sini untuk sebagai tameng,” ucap Dadang.

Sabu, Ganja, Ekstasi, hingga Senjata Api

Dalam operasi tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti narkotika. Petugas menemukan sabu seberat ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi.

Polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi, alat isap narkoba atau bong, dan uang tunai. Aparat menduga uang tersebut berasal dari transaksi narkoba.

Selain narkotika, petugas mengamankan puluhan senjata tajam. Barang-barang itu terdiri atas golok, celurit, dan pedang.

Petugas juga menemukan senjata api dan petasan yang diduga berkaitan dengan perlawanan terhadap aparat. Namun, polisi masih memeriksa keaslian dan jenis senjata api tersebut.

Bukan Sekadar Penggerebekan

Penggerebekan di Kampung Bahari memperlihatkan bahwa persoalan peredaran narkoba tidak selesai hanya dengan menangkap pelaku dan menyita barang bukti.

Aparat harus menghadapi perlawanan, menyusun strategi penyergapan dari berbagai arah, hingga mengejar target yang melarikan diri. Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pemberantasan narkoba di kawasan tersebut.

Sebab, penangkapan puluhan orang dalam satu operasi belum tentu memutus jaringan peredaran narkotika. Polisi masih perlu menelusuri jalur distribusi, pemasok, hingga pihak-pihak yang mengendalikan jaringan.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga berhak mendapatkan lingkungan yang aman. Warga tidak seharusnya terus hidup dalam bayang-bayang peredaran narkoba maupun ancaman bentrokan saat aparat melakukan penindakan.

Pada akhirnya, publik tidak cukup hanya melihat jumlah orang yang ditangkap atau barang bukti yang polisi sita. Masyarakat juga perlu mengetahui apakah aparat berhasil memutus jaringan peredaran narkoba dan menciptakan lingkungan yang lebih aman. @dimas

Tags: Kampung Baharipenggerebekan narkobaPeredaran NarkobaPolda Metro Jaya

Kamu Melewatkan Ini

Polda Minta Maaf, tetapi Siapa yang Menjamin Pers Tetap Bebas?

Polda Minta Maaf, tetapi Siapa yang Menjamin Pers Tetap Bebas?

by eko
Oktober 29, 2026

Polda Metro Jaya meminta maaf setelah wartawan terhalang meliput demonstrasi di Jakarta. Insiden ini memunculkan pertanyaan tentang batas pengamanan dan...

Polda Metro Minta Maaf Usai Wartawan Dihalangi Liput Demo

Polda Metro Minta Maaf Usai Wartawan Dihalangi Liput Demo

by eko
Oktober 29, 2026

Polda Metro Jaya meminta maaf setelah anggotanya menghalangi wartawan meliput demo di Bundaran HI dan berjanji mengevaluasi personel. Tabooo.id: Jakarta...

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

Membaca Pengamanan Demo Dua Tahun Prabowo–Gibran: Jalan Dijaga, Suara Diawasi?

by teguh
Oktober 20, 2026

Ribuan aparat bersiap mengamankan jalanan Jakarta. Di sisi lain, masyarakat bersiap menyampaikan aspirasi, memperingati dua tahun Prabowo–Gibran, atau sekadar menjalani...

Next Post
Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Banjir Aceh Barat Rendam 12 Desa, Dua Sungai Meluap, Infrastruktur Mulai Rusak

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id