Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Kecelakaan di Tol Madiun

by dimas
Oktober 18, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality Regional
Share on Facebook
Share on Twitter
Kecelakaan di Tol Madiun menewaskan empat suporter PSS Sleman yang hendak menuju Surabaya untuk mendukung tim kesayangan. Polisi masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Tabooo.id: Madiun – Perjalanan empat suporter PSS Sleman menuju Surabaya berakhir tragis. Minibus yang membawa rombongan mereka bertabrakan dengan sebuah truk di Tol Ngawi–Kertosono, tepatnya di KM 616+200, Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Minggu (18/10/2026).

Kecelakaan itu menewaskan empat penumpang. Sejumlah korban lain mengalami luka dan menjalani perawatan di RSUD Caruban. Rombongan tersebut hendak menyaksikan laga Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kapolres Madiun AKBP Ridwan Maliki membenarkan penambahan jumlah korban meninggal.

“Benar, jumlah korban meninggal bertambah menjadi empat orang,” ujarnya.

Informasi awal dari kepolisian menyebut Toyota Hiace menabrak bagian belakang sebelah kanan truk yang melaju di lajur lambat. Namun, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Terbangun Saat Mobil Sudah Hancur

Kesaksian Dimas, salah satu penyintas, menggambarkan betapa cepat kecelakaan itu mengubah perjalanan rombongan menjadi kepanikan. Ia mengaku sedang tidur ketika insiden terjadi.

“Saya sedang tidur. Saya dibangunkan, dan tiba-tiba mobil sudah hancur,” kata Dimas.

Menurut penuturannya, rombongan berangkat dari Sleman sekitar pukul 06.00 WIB dengan enam mobil minibus. Minibus yang mengalami kecelakaan berada di urutan ketiga dalam iring-iringan tersebut.

Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan pengemudi kehilangan konsentrasi atau mengantuk. Namun, penyidik belum menetapkan faktor tersebut sebagai penyebab kecelakaan. Polisi juga masih memeriksa identitas para penumpang.

Duka Suporter, Bukan Sekadar Perjalanan Tandang

Kabar kecelakaan itu turut mengguncang keluarga besar PSS Sleman. Perwakilan manajemen PSS, Vita Subiyakti, menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas kecelakaan yang menimpa rombongan suporter PSS Sleman yang sedang menuju Surabaya,” ujar Vita.

Ia juga berharap para korban luka segera pulih. Di tengah kabar duka tersebut, kelompok suporter Brigata Curva Sud (BCS) mengingatkan masyarakat agar menghormati privasi korban. Mereka meminta publik tidak menyebarkan foto maupun video yang memperlihatkan kondisi para korban.

Imbauan itu penting. Di era ketika informasi menyebar dalam hitungan detik, tragedi kerap berubah menjadi tontonan. Padahal, korban dan keluarga membutuhkan ruang untuk menghadapi kehilangan, bukan paparan gambar yang memperburuk luka.

Sepak Bola Berhenti Sejenak

Duka tersebut juga membayangi pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026), pukul 15.30 WIB.

Ketua panitia pelaksana Persebaya, Ram Surahman, mengatakan kedua tim akan mengenakan pita hitam. Panitia juga menyiapkan momen mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan dimulai.

“Nanti, sebelum pertandingan, akan ada mengheningkan cipta selama satu menit. Selain itu, kedua tim akan mengenakan pita hitam selama pertandingan,” kata Ram.

Gestur itu menjadi bentuk penghormatan bagi para suporter yang kehilangan nyawa dalam perjalanan menuju stadion. Namun, penghormatan tidak cukup berhenti pada seremoni. Tragedi ini juga mengingatkan semua pihak tentang pentingnya keselamatan dalam perjalanan jauh, terutama ketika rombongan menempuh rute antarkota untuk mendukung tim kesayangan.

Ketika Perjalanan Menjadi Risiko

Perjalanan tandang merupakan bagian dari budaya suporter sepak bola. Mereka menempuh jarak jauh, mengatur biaya, dan meluangkan waktu demi hadir langsung di stadion. Akan tetapi, semangat mendukung tim harus berjalan seiring dengan perhatian terhadap keselamatan.

Kecelakaan di Tol Madiun ini belum mengungkap seluruh penyebabnya. Karena itu, publik perlu menunggu hasil penyelidikan polisi sebelum menarik kesimpulan. Meski demikian, insiden tersebut menegaskan pentingnya memeriksa kondisi pengemudi, menjaga konsentrasi, mengatur waktu istirahat, dan memastikan kendaraan layak jalan sebelum menempuh perjalanan panjang.

Empat suporter berangkat untuk mendukung tim yang mereka cintai. Namun, perjalanan itu justru meninggalkan duka bagi keluarga, sesama suporter, dan komunitas sepak bola.

Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah di lapangan. Ada manusia yang menempuh perjalanan untuk memberi dukungan, ada keluarga yang menunggu mereka pulang, dan ada keselamatan yang tak boleh kalah oleh ambisi untuk sampai ke stadion. @dimas

Tags: Kecelakaan Lalu LintasKecelakaan Tol MadiunPSS SlemanSuporter Sepak Bola

Kamu Melewatkan Ini

Alphard KH Anwar Zahid Ditabrak Trailer: Ada yang Salah dengan Antrean Jalan?

Alphard KH Anwar Zahid Ditabrak Trailer: Ada yang Salah dengan Antrean Jalan?

by teguh
Agustus 11, 2026

Senin malam, 10 Agustus 2026, kendaraan berhenti di Jalan Raya Padangan–Ngawi, Bojonegoro. Sistem buka-tutup mengatur arus lalu lintas karena pekerjaan...

Alphard KH Anwar Zahid Dihantam Trailer: Antrean Buka-Tutup Jadi Titik Rawan

Alphard KH Anwar Zahid Dihantam Trailer: Antrean Buka-Tutup Jadi Titik Rawan

by teguh
Agustus 11, 2026

Antrean kendaraan mendadak berubah menjadi situasi berbahaya di Jalan Raya Padangan–Ngawi, Bojonegoro. Toyota Alphard KH Anwar Zahid dihantam truk trailer...

Next Post
Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Karhutla Padam, Sawit Tumbuh di Kawasan Hutan Dharmasraya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id