Sabtu, September 26, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

by eko
September 24, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

KY gelar diskusi publik di Solo untuk membahas penguatan kewenangan, kelembagaan, dan pengawasan hakim dalam sistem kekuasaan kehakiman.

Tabooo.id: Surakarta – KY gelar diskusi publik di Solo pada Rabu (23/9/2026) untuk membahas penguatan kewenangan dan kelembagaan dalam pengawasan hakim.

Usulan itu muncul dalam Diskusi Publik bertajuk Penguatan Kewenangan dan Kelembagaan Komisi Yudisial sebagai Penyempurna Kekuasaan Kehakiman yang Merdeka, Berintegritas, dan Berkeadilan di Swiss-Belhotel Solo, Rabu (23/9/2026).

Ketua KY Abdul Chair Ramadhan mengatakan KY punya posisi strategis dalam menjaga pengawasan terhadap hakim. Menurutnya, pengawasan tersebut penting untuk mendukung peradilan yang bersih, berintegritas, dan berwibawa.

KY Ingin Bisa Investigasi Tanpa Menunggu Laporan

Abdul Chair menyebut KY perlu memiliki kewenangan melakukan pemantauan atau investigasi secara aktif. KY tidak perlu menunggu laporan masyarakat untuk memulai proses tersebut.

Ini Belum Selesai

FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia 2-0 Singapura, 90 Menit Mengubah Cerita di GBK

Bapenda Solo Gratiskan Soto bagi Warga yang Bayar Pajak

Selain itu, KY mengusulkan investigasi dapat berjalan tanpa pemberitahuan lebih dulu kepada pihak pengadilan.

“Pengawasan oleh KY merupakan penyempurna guna terwujudnya peradilan yang bersih,” ujar Abdul Chair.

Ia juga menilai posisi KY perlu lebih kuat. Selama ini, KY kerap dipandang sebagai auxiliary organ atau lembaga pendukung dalam sistem kekuasaan kehakiman.

Padahal, kata Abdul Chair, masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap lembaga peradilan. Karena itu, KY mendorong penguatan kewenangan agar pengawasan hakim berjalan lebih optimal.

Sanksi Ringan dan Sedang Diusulkan Mengikat

KY juga mengusulkan kewenangan memeriksa putusan pengadilan yang patut diduga berkaitan dengan pelanggaran disiplin dan profesionalisme hakim.

Jika pemeriksaan menemukan pelanggaran, KY ingin sanksi ringan dan sedang memiliki kekuatan final dan mengikat (final and binding).

Artinya, rekomendasi KY tidak lagi sekadar menjadi masukan bagi lembaga terkait. KY mengusulkan keputusan tersebut langsung memiliki kekuatan mengikat.

Untuk pelanggaran yang berpotensi mendapat sanksi berat, KY tetap mengusulkan mekanisme pemeriksaan bersama.

Abdul Chair menilai pengawasan yang lebih kuat penting untuk menjaga dua hal sekaligus: kemerdekaan lembaga peradilan dan kemerdekaan individu hakim.

Bukan Sekadar Mengawasi, Tapi Memperkuat Sistem

Dalam dokumen strategisnya, KY juga mendorong revisi Undang-Undang KY. Salah satu fokusnya memperkuat kedudukan rekomendasi KY agar memiliki sifat final dan mengikat.

KY juga mengusulkan sidang pleno yang terbuka untuk umum. Langkah itu bertujuan memperkuat transparansi dalam proses pengambilan keputusan.

Dari sisi organisasi, KY mengusulkan pembentukan struktur tingkat Deputi dan Direktorat. KY juga ingin meningkatkan peran serta kedudukan Penghubung KY di daerah.

Sekretaris Jenderal KY Mulyadi mengatakan diskusi publik di Solo bertujuan menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

“Diskusi publik ini diharapkan menghasilkan masukan strategis mengenai penguatan kedudukan, kewenangan, dan kelembagaan KY,” kata Mulyadi.

Pembahasan juga mencakup pengawasan perilaku hakim, penegakan kode etik, efektivitas rekomendasi, hubungan KY dengan Mahkamah Agung, serta kapasitas organisasi.

Setelah Solo, KY berencana melanjutkan penjaringan aspirasi ke Makassar, Palembang, dan Jakarta.

Ini bukan sekadar soal menambah kewenangan KY. Yang sedang diperdebatkan adalah seberapa kuat pengawasan bekerja tanpa mengganggu independensi hakim.@eko

Tags: Diskusi PublikKomisi YudisialKraton Kasunanan SurakartaKYSurakarta

Kamu Melewatkan Ini

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

Sudah Dibasahi, Api TPA Putri Cempo Muncul Lagi

by teguh
September 24, 2026

Api kembali muncul di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo, Kamis 24/09/2026. Padahal, petugas sebelumnya sudah melakukan pembasahan dan...

KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

Kraton Surakarta Angkat Sejarah Peradilan di Forum KY

by eko
September 24, 2026

Kraton Surakarta membawa sejarah Peradilan Pradoto dan Pengadilan Serambi dalam diskusi penguatan kewenangan Komisi Yudisial di Solo. Tabooo.id: Surakarta -...

Surakarta Dipelajari FAO-ICLEI, Sampah Makanan Naik Kelas Jadi Isu Kota

Surakarta Dipelajari FAO-ICLEI, Sampah Makanan Naik Kelas Jadi Isu Kota

by teguh
September 22, 2026

Sisa dan sampah makanan biasanya berakhir di tempat sampah. Namun, bagi FAO dan ICLEI, persoalannya tidak berhenti pada aktivitas membuang....

Next Post
KY Gelar Diskusi Publik di Solo Bahas Penguatan Kewenangan

Kraton Surakarta Angkat Sejarah Peradilan di Forum KY

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id