Respati Ardi menegaskan tak ada larangan hijab di lingkungan kerja. Pernyataan ini muncul setelah isu larangan hijab di Solo Safari mencuat.
Tabooo.id: Surakarta – Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan tidak ada larangan hijab di lingkungan kerja. Ia menyebut penggunaan hijab merupakan hak setiap warga negara.
Dugaan larangan hijab bagi peserta MagangHub di Solo Safari memicu perhatian publik. Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan setiap warga berhak memakai hijab.
“Berhijab dan tidak itu hak setiap warga negara. Hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang,” ujar Respati, Selasa (22/9/2026).
Aduan Peserta Magang Picu Sidak
Dugaan itu muncul setelah seorang peserta MagangHub mengadu kepada Fraksi PKS DPRD Kota Solo. Peserta perempuan tersebut mengaku mendapat informasi tentang larangan hijab saat mengikuti wawancara.
Peserta itu mengikuti seleksi melalui program Kementerian Ketenagakerjaan. Ia kemudian menyampaikan pengalamannya kepada anggota Fraksi PKS.
Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Solo Muhammad Nafi’ Asrori menerima aduan tersebut pada Minggu (20/9/2026) malam. Pelapor meminta pihak terkait menjaga identitasnya.
“Secara langsung menerima aduan itu, ada yang kirim pesan ke saya menyampaikan tentang proses wawancara. Kebetulan yang wawancara ini berhijab,” kata Nafi’.
Menurut Nafi’, pihaknya merahasiakan identitas pelapor untuk menjaga privasinya.
Fraksi PKS Datang ke Solo Safari
Fraksi PKS DPRD Kota Solo kemudian melakukan sidak pada Senin (21/9/2026). Mereka ingin memastikan informasi tersebut melalui klarifikasi langsung dengan manajemen Solo Safari.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Solo Sugeng Riyanto mengatakan pihaknya menerima laporan dari peserta. Karena itu, mereka datang untuk meminta penjelasan perusahaan.
“Kami mendapatkan laporan itu, kami datang ke sini untuk klarifikasi, benar enggak ada regulasi semacam itu,” kata Sugeng.
Sugeng juga menyoroti posisi MagangHub sebagai program pemerintah. Program tersebut memberi kesempatan masyarakat untuk mendapat pengalaman kerja dan upah.
Solo Safari Tegaskan Tidak Ada Larangan Hijab
Manajemen Solo Safari membantah adanya aturan yang melarang karyawan memakai hijab. General Manager Solo Safari Miyana Haritna menyampaikan klarifikasi tersebut setelah pertemuan dengan Fraksi PKS.
Miyana juga meminta maaf jika komunikasi dengan calon peserta MagangHub menimbulkan ketidaknyamanan.
“Pertama-tama saya selaku general manager Solo Safari menyampaikan permohonan maaf apabila ada proses komunikasi dengan calon peserta MagangHub, jika ada sesuatu penyampaiannya kurang tepat atau menimbulkan ketidaknyamanan,” ujar Miyana.
Miyana menegaskan Solo Safari tidak memiliki aturan yang melarang atribut keagamaan, termasuk hijab.
Respati: Hijab Hak Setiap Warga
Di tengah polemik itu, Respati menegaskan kembali hak warga untuk mengenakan hijab.
“Itu semua hak kok. Berhijab dan tidak itu hak setiap warga negara,” ujar Respati.
Pernyataan tersebut memberi penekanan bahwa persoalan ini tidak hanya menyangkut proses magang. Persoalan ini juga menyentuh hak individu dalam menjalankan keyakinannya.
Namun, sampai tahap klarifikasi ini, dua informasi masih perlu dipisahkan. Peserta mengaku mendapat informasi tentang larangan hijab saat wawancara, sedangkan manajemen Solo Safari menyatakan tidak memiliki aturan tersebut.
Jadi, persoalannya bukan sekadar soal hijab. Yang juga perlu diperjelas adalah bagaimana komunikasi saat wawancara bisa memunculkan pemahaman berbeda.
Bagi peserta magang, informasi yang jelas penting sebelum mereka masuk ke dunia kerja. Bagi perusahaan, penjelasan yang konsisten juga dapat mencegah kesalahpahaman sejak awal.@eko








