Pemilik Warung Mie Babi Tepi Sawah di Parangjoro, Sukoharjo, menyebut kerugian akibat pembakaran mencapai Rp50 juta. Polisi masih menyelidiki kasus.
Tabooo.id: Sukoharjo – Empat orang tak dikenal membakar Warung Mie dan Babi Tepi Sawah di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) dini hari.
Aksi tersebut juga merusak sejumlah barang milik warung. Pemilik kini menyerahkan kasus itu kepada Polres Sukoharjo untuk penyelidikan.
Pemilik warung, Jodi Sutanto, mengatakan polisi langsung menangani kasus tersebut.
“Untuk kondisi saat ini saya sudah serahkan ke pihak kepolisian Polres Sukoharjo,” kata Jodi, Senin (15/9/2026) saat ditemui Tabooo.id.
Pemilik Sebut Ada Pengancaman
Jodi berharap polisi segera menemukan pelaku. Menurut dia, aksi tersebut mencakup pengancaman, perusakan, dan pembakaran.
“Saya berharap kasus ini dapat terpecahkan karena ini sudah murni pengancaman, perusakan dan pembakaran,” ujarnya.
Jodi juga memastikan warung masih tutup. Pihaknya menunggu polisi menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Jadi kita masih menunggu dari pihak kepolisian sampai olah TKP selesai, dan kondisi saat ini kita masih tutup,” tutur Jodi.
Kerugian Capai Rp50 Juta
Kejadian itu menimbulkan kerugian cukup besar. Jodi memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp50 juta.
Beberapa barang ikut rusak atau hilang dalam kejadian tersebut. Barang itu antara lain sepeda motor, piano, genset, dan handphone.
“Kerugian kurang lebih Rp50 jutaan. Ada sepeda motor, ada piano, genset dan juga handphone,” ungkapnya.
Polisi Temukan Petunjuk dari CCTV
Polres Sukoharjo kini menyelidiki dugaan pembakaran, perusakan, dan pengancaman di warung tersebut.
Penyidik menyisir rekaman CCTV dari sekitar lokasi. Dari penelusuran awal, polisi menemukan dua orang yang diduga berkaitan dengan kejadian.
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan rekaman CCTV memperlihatkan dua orang menggunakan sepeda motor.
“Untuk penyelidikan masih berlangsung dengan menyisir CCTV dan mendeteksi dua pelaku menggunakan motor,” kata Anggaito, Senin (14/9/2026).
Polisi kini mencermati pergerakan kedua orang tersebut. Penyidik juga menelusuri kendaraan yang mereka gunakan.
Langkah itu bertujuan untuk menemukan identitas serta memastikan hubungan kedua orang tersebut dengan aksi pembakaran.
Namun, polisi belum memastikan bahwa kedua orang dalam rekaman tersebut merupakan pelaku. Penyidik masih membutuhkan bukti dan keterangan lain.
Polisi Periksa Enam Saksi
Anggaito mengatakan polisi terus mengembangkan penyelidikan. Selain CCTV, penyidik juga meminta keterangan dari sejumlah saksi.
“ Saksi sementara ada enam. Saksi yang di lokasi dua orang, yaitu pemilik dan warga sekitar,” ujar Anggaito.
Polisi kini menggabungkan keterangan para saksi dengan rekaman CCTV. Penyidik juga mencari petunjuk lain untuk mengungkap rangkaian kejadian.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas pelaku dan motif di balik aksi tersebut.
Warung Mie dan Babi Tepi Sawah juga masih tutup sambil menunggu proses penyelidikan dan olah TKP selesai. @eko








