Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

HUT RI ke-81 di Solo: Respati Tekankan Pelayanan dan Persatuan

by eko
Agustus 17, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Upacara HUT RI ke-81 di Solo menjadi momentum Respati Ardi mengajak warga memperbaiki pelayanan publik dan menjaga persatuan.

Tabooo.id: Surakarta – Kemerdekaan bukan sekadar upacara, bendera, dan lagu kebangsaan. Di Stadion Maladi Sriwedari, Senin (17/8/2026) pagi, Pemerintah Kota Surakarta menjadikan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sebagai momentum untuk melihat kembali satu hal yang sering luput: apakah pelayanan kepada masyarakat sudah benar-benar merdeka dari masalah?

Wali Kota Surakarta Respati Ardi bertindak sebagai inspektur upacara. Peserta dari unsur ASN, TNI, Polri, hingga perwakilan sekolah di Kota Solo mengikuti upacara dengan khidmat.

Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) juga menjalankan tugasnya dengan lancar. Sang Merah Putih berkibar tanpa kendala di tengah rangkaian peringatan kemerdekaan.

Kemerdekaan juga soal pelayanan

Respati mengatakan peringatan HUT RI ke-81 harus menjadi momentum untuk melakukan refleksi terhadap pelayanan publik.

Menurut dia, pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan masyarakat perlu melihat kembali bagian yang masih harus dibenahi.

Ini Belum Selesai

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

“Turut merefleksikan diri apa saja yang perlu kita benahi dalam pelayanan masyarakat, bagaimana keterlibatan seluruh pihak serta memperjuangkan arti kemerdekaan,” ujar Respati.

Pesan itu terdengar sederhana. Namun, maknanya cukup besar.

Sebab, bagi warga, kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Kemerdekaan juga terasa ketika urusan administrasi berjalan mudah, layanan publik responsif, dan pemerintah hadir saat masyarakat membutuhkan.

Anak muda jangan cuma mewarisi seremoni

Respati juga mengingatkan generasi muda agar memahami bahwa kemerdekaan Indonesia tidak lahir secara cuma-cuma.

“Generasi penerus harus tahu bahwa kemerdekaan ini tidak didapat dengan sia-sia dan cuma-cuma,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penting ketika generasi muda semakin jauh dari pengalaman langsung para pejuang kemerdekaan.

Bagi generasi yang lahir jauh setelah 1945, kemerdekaan bisa terasa seperti sesuatu yang otomatis ada. Padahal, sejarah menunjukkan bahwa kemerdekaan lahir melalui perjuangan panjang dan pengorbanan.

Karena itu, tugas generasi sekarang bukan sekadar menghafal sejarah. Mereka juga perlu mengisi kemerdekaan melalui tindakan yang memberi dampak bagi lingkungan dan masyarakat.

Respati singgung bahaya adu domba di dunia maya

Respati juga mengajak masyarakat menjaga persatuan. Ia secara khusus menyoroti potensi perpecahan akibat informasi dan fitnah yang beredar di dunia maya.

Ia meminta masyarakat lebih banyak membangun interaksi secara langsung.

“Sering-seringlah bersosialisasi, sering-seringlah berkawan di dunia nyata, agar tidak terjadi lagi fitnah-fitnah di dunia maya yang dapat memecah belah kita sebagai negara kesatuan,” ujarnya.

Pesan ini terasa relevan di tengah kehidupan masyarakat yang semakin terhubung dengan media sosial.

Satu unggahan bisa menyebar dalam hitungan menit. Satu potongan video bisa memicu kemarahan. Satu informasi tanpa konteks juga bisa berubah menjadi bahan pertengkaran.

Masalahnya, algoritma tidak selalu peduli apakah sebuah informasi benar atau salah. Yang penting, orang terus melihat, membagikan, dan bereaksi.

Satyalencana untuk mereka yang berkontribusi

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Surakarta memberikan Satyalencana kepada pihak-pihak yang dinilai telah berkontribusi terhadap kemajuan Kota Bengawan.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Surakarta.

Pada akhirnya, upacara kemerdekaan bukan hanya tentang berdiri tegak selama bendera berkibar.

Kemerdekaan juga menguji bagaimana pemerintah melayani, bagaimana masyarakat menjaga persatuan, dan bagaimana generasi muda memahami sejarah.

Sebab, merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan. Merdeka juga berarti berani membenahi apa yang masih belum beres.@eko

Tags: HUT RI ke-81 di SoloPemkot Solorespati ardiSurakartaUpacara Kemerdekaan

Kamu Melewatkan Ini

BRUS dan BRUN Jadi Langkah Pemkot Solo Siapkan Generasi Muda

BRUS dan BRUN Jadi Langkah Pemkot Solo Siapkan Generasi Muda

by eko
Oktober 15, 2026

Pemkot Solo dan Kemenag memperkuat pembinaan remaja melalui BRUS dan BRUN untuk membangun karakter, keterampilan hidup, dan kesiapan berkeluarga menghadapi...

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

Pameran Keris Keluar dari Museum, Solo Mengajak Wisatawan Menyentuh Ingatan

by teguh
Oktober 14, 2026

Pemkot Solo mengadakan pameran Keris dengan membawa koleksi Museum Radya Pustaka dan Museum Keris ke sembilan hotel di Solo Raya....

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

Museum ke Hotel: Budaya Solo atau Pajangan Wisata?

by teguh
Oktober 13, 2026

Museum tak harus menunggu pengunjung datang. Kali ini, koleksi sejarah dan budaya Solo yang biasanya tersimpan di gedung museum justru...

Next Post
17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

17 Agustus Mode Darurat: HUT 81 RI, Bendera Naik, Data Korban Mengejar

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id