Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Malam Merdeka Rutan Solo: Saat Jeruji Tak Membatasi Karya

by dimas
Agustus 14, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Malam Merdeka Rutan Solo menghadirkan karya warga binaan lewat wayang orang dan batik, sekaligus membuka ruang untuk kesempatan kedua.

Tabooo.id: Surakarta – Malam Merdeka di Rutan Kelas I Surakarta menghadirkan cerita berbeda. Di balik tembok rutan, warga binaan mendapat ruang untuk tampil, berkarya, dan membangun kembali kepercayaan diri.

Rutan Kelas I Surakarta menggelar malam kesenian bertema “Akulturasi Jiwa, Rasa, dan Karsa”. Kegiatan tersebut mempertemukan pegawai dan warga binaan dalam satu panggung.

Wali Kota Surakarta Respati Ardi turut hadir dalam kegiatan itu. Kapolres Surakarta Kombes Pol Catur juga hadir bersama Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Kardiyono serta Kepala Rutan Kelas I Surakarta Bhanad Shofa.

Wayang Orang Mempertemukan Dua Dunia

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari kolaborasi wayang orang. Pegawai rutan dan warga binaan bersama-sama membawakan cerita Roro Jonggrang.

Di atas panggung, batas antara petugas dan warga binaan seolah mencair. Mereka tidak lagi tampil sebagai dua kelompok berbeda. Sebaliknya, mereka hadir sebagai satu kelompok kesenian.

Ini Belum Selesai

Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Api Mengancam Hutan dan Permukiman

Komdigi Bantah Shadowban Konten Karhutla, Mengapa Views Kreator Turun?

Selain itu, malam kesenian tersebut menghadirkan fashion performance sastra. Pertunjukan itu menggandeng kreatif batik Dinadi.

Rutan Kelas I Surakarta juga meluncurkan desain motif “Melipat Malam”. Pada kesempatan yang sama, pihak rutan menyerahkan hak cipta atas karya tersebut.

Dengan demikian, kesenian tidak berhenti sebagai pertunjukan. Karya tersebut juga membuka ruang untuk pengembangan kreativitas warga binaan.

Pembinaan Tidak Berhenti di Balik Jeruji

Kepala Rutan Kelas I Surakarta Bhanad Shofa menilai keberanian warga binaan tampil memiliki nilai tersendiri.

Menurut Bhanad, warga binaan harus melewati proses perubahan diri. Setelah itu, mereka perlu memberikan penampilan terbaik dalam kegiatan tersebut.

“Ketika warga binaan yang melakukan penampilan ini menurut saya value-nya lebih. Karena yang pertama ia harus merubah dirinya dan kedua bagaimana untuk mempersembahkan yang terbaik untuk acara ini,” jelas Bhanad.

Karena itu, Bhanad melihat panggung kesenian sebagai bagian dari proses pembinaan. Warga binaan tidak hanya mengikuti rutinitas selama berada di rutan.

Mereka juga belajar berani tampil. Selain itu, mereka mengasah kreativitas dan membangun kembali kepercayaan diri.

Namun, proses pembinaan tidak berhenti ketika warga binaan meninggalkan rutan. Setelah itu, mereka harus kembali berhadapan dengan lingkungan sosial.

Di titik inilah penerimaan masyarakat menjadi penting.

Bhanad meminta masyarakat tidak terus memberikan stigma kepada warga binaan yang telah menjalani proses pembinaan.

“Saya berpesan kepada masyarakat untuk warga binaan kemarin, dampingi, rangkul dia, maafkan dia untuk kehidupan yang lebih baik,” harapnya.

Dari Panggung Menuju Kehidupan Baru

Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan Kardiyono turut mengapresiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan seperti Malam Merdeka dapat menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lainnya.

“Apresiasi, apresiasi, apresiasi. Semoga kegiatan ini menjadi contoh di lembaga pemasyarakatan yang lain dan menjadi inspirasi untuk jauh lebih baik,” terangnya.

Dengan begitu, kesenian dapat menjadi bagian dari pembinaan. Panggung tidak hanya berfungsi sebagai tempat hiburan.

Sebaliknya, panggung memberi warga binaan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka. Publik pun dapat melihat sisi lain dari proses pembinaan di dalam rutan.

Ketika Hukuman Selesai, Stigma Jangan Ikut Menetap

Wali Kota Surakarta Respati Ardi juga berharap warga binaan keluar dari rutan sebagai pribadi yang lebih baik.

Untuk itu, Respati menyampaikan rencana mendukung visi Surakarta menuju Java Wellness City 2030. Pemerintah kota juga ingin membuka ruang bagi warga binaan yang telah menyelesaikan masa pembinaan.

Salah satu ruang tersebut adalah Rumah Siap Kerja.

“Untuk rekan-rekan warga binaan nanti bisa bergabung ke Rumah Siap Kerja. Dari rekomendasi rutan, nanti warga binaan bisa kami bimbing,” terang Respati.

Langkah itu menunjukkan bahwa proses pembinaan membutuhkan kelanjutan. Warga binaan membutuhkan kesempatan untuk kembali belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan masyarakat.

Sebab, persoalannya bukan hanya bagaimana seseorang menjalani masa pembinaan di dalam rutan. Persoalan berikutnya adalah bagaimana masyarakat menerima mereka setelah pintu rutan terbuka.

Ini bukan sekadar malam kesenian. Ini tentang kesempatan kedua.

Hukuman memiliki batas waktu. Namun, stigma sosial bisa bertahan jauh lebih lama.

Karena itu, masyarakat punya peran penting setelah seseorang menyelesaikan masa hukuman. Mereka membutuhkan ruang untuk membuktikan perubahan, bukan sekadar label atas masa lalu.

Malam itu, warga binaan tidak hanya memainkan kisah Roro Jonggrang. Mereka juga menunjukkan bahwa manusia tetap bisa berkarya ketika mendapat ruang untuk berubah.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya soal terbebas dari jeruji. Kemerdekaan juga berarti mendapat kesempatan untuk kembali dipercaya.

Lalu, ketika pintu rutan terbuka, apakah kita siap memberi mereka kesempatan kedua? @eko

Tags: Kesempatan KeduaMalam MerdekaPembinaan PemasyarakatanRutan SoloWarga Binaan

Kamu Melewatkan Ini

Dugaan Bayar Rp250 Juta untuk Pakai HP di Rutan Pondok Bambu

Dugaan Bayar Rp250 Juta untuk Pakai HP di Rutan Pondok Bambu

by dimas
September 29, 2026

Ombudsman mengungkap dugaan bayar Rp250 juta untuk memakai HP di Rutan Pondok Bambu, disertai temuan soal kamar, air bersih dan...

Klaster Mewah Lapas Cibinong: Siapa yang Punya Akses?

Klaster Mewah Lapas Cibinong: Siapa yang Punya Akses?

by dimas
September 28, 2026

Klaster mewah Lapas Cibinong memunculkan pertanyaan soal akses, fasilitas khusus, pengawasan dan dugaan perlakuan istimewa terhadap warga binaan. Tabooo.id -...

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

Namanya Yakuza, Isinya Dzikir: Indonesia Memang Sulit Ditebak

by teguh
Mei 25, 2026

Indonesia kembali melahirkan plot twist yang sulit ditebak. Saat nama “YAKUZA Maneges” muncul di media sosial, sebagian orang langsung membayangkan...

Next Post
Otak: “Gue Capek.” Kita: “Scroll Lagi Aja.”

Otak: “Gue Capek.” Kita: “Scroll Lagi Aja.”

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id