Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya di Sukabumi hangus dilalap api. Puluhan rumah adat terbakar, ratusan warga terdampak, dan warisan budaya terancam.
Tabooo.id – Kobaran api meluluhlantakkan Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya di RT 005 hingga RT 007 RW 002, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam waktu singkat, api menghanguskan puluhan rumah panggung dan memaksa ratusan warga menyelamatkan diri dari kawasan yang selama puluhan tahun menjadi penjaga tradisi leluhur.
Asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru. Warga berlarian menyelamatkan anggota keluarga, anak-anak, lansia, dokumen penting, serta barang berharga yang masih sempat mereka bawa. Sebagian warga hanya bisa menyaksikan kobaran api melahap rumah yang telah mereka huni selama bertahun-tahun.
Rumah-rumah panggung berbahan kayu membuat kobaran api merambat sangat cepat. Tiupan angin memperbesar kobaran sehingga warga kesulitan mengendalikan api dengan peralatan seadanya. Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain dan mengubah kawasan permukiman adat menjadi lautan api.
Petugas Berpacu dengan Waktu Menyelamatkan Kawasan Adat
Warga berusaha memadamkan api sebelum bantuan datang. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.
Tim Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, aparat TNI-Polri, pemerintah Kecamatan Cisolok, serta para relawan segera mengerahkan personel menuju lokasi. Mereka memusatkan upaya pada pemadaman api sekaligus melindungi bangunan yang masih dapat diselamatkan agar kebakaran tidak menjalar lebih luas.
Petugas harus menghadapi akses menuju lokasi yang terbatas, material bangunan yang mudah terbakar, serta kobaran api yang terus membesar akibat terpaan angin. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit dan membutuhkan koordinasi dari berbagai unsur penanganan bencana.
BPBD Selidiki Penyebab Kebakaran dan Data Kerusakan
Hingga Sabtu sore, BPBD Kabupaten Sukabumi masih mendata jumlah rumah yang hangus serta warga yang terdampak. Pendataan sementara menunjukkan puluhan rumah adat mengalami kerusakan berat, sementara ratusan warga kehilangan tempat tinggal.
Tim penyelidik juga menelusuri sumber api untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan sebelum menyimpulkan penyebab pasti.
Meski kebakaran berlangsung hebat, seluruh warga berhasil menyelamatkan diri sehingga peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Setelah petugas mengendalikan kobaran api, warga mengungsi ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman sambil menunggu bantuan dari pemerintah.
Pemerintah Fokus Memenuhi Kebutuhan Penyintas
BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera membuka posko darurat untuk melayani para penyintas. Petugas mencatat identitas korban, menginventarisasi kerusakan bangunan, serta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan agar warga segera memperoleh tempat tinggal sementara. Di sisi lain, relawan membantu proses evakuasi, mendistribusikan bantuan, serta memberikan pendampingan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Kebakaran Mengancam Warisan Budaya Kasepuhan
Bagi masyarakat Kasepuhan Cipta Mulya, rumah adat bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Setiap rumah menyimpan nilai sejarah, filosofi kehidupan, serta identitas budaya yang terus mereka pelihara dari generasi ke generasi. Keberadaan rumah-rumah tersebut juga menjadi simbol keberlanjutan tradisi masyarakat adat di Sukabumi.
Karena itu, kebakaran ini tidak hanya menghanguskan puluhan rumah, tetapi juga mengancam ruang hidup yang selama ini menjaga warisan budaya masyarakat Kasepuhan. Kehilangan bangunan adat berarti kehilangan sebagian jejak sejarah yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa kawasan adat memerlukan perlindungan yang lebih kuat, tidak hanya dari ancaman bencana, tetapi juga dari risiko yang muncul akibat perkembangan infrastruktur modern, termasuk instalasi kelistrikan di lingkungan permukiman tradisional.
Kini, masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pihak menghadapi pekerjaan besar. Mereka harus membangun kembali rumah-rumah yang hangus, memulihkan kehidupan ratusan warga terdampak, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya Kasepuhan Cipta Mulya tetap hidup di tengah cobaan yang mereka hadapi. @dimas







