Selasa, Juli 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya Hangus Dilalap Api

by dimas
Juli 26, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya di Sukabumi hangus dilalap api. Puluhan rumah adat terbakar, ratusan warga terdampak, dan warisan budaya terancam.

Tabooo.id – Kobaran api meluluhlantakkan Kampung Adat Kasepuhan Cipta Mulya di RT 005 hingga RT 007 RW 002, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Dalam waktu singkat, api menghanguskan puluhan rumah panggung dan memaksa ratusan warga menyelamatkan diri dari kawasan yang selama puluhan tahun menjadi penjaga tradisi leluhur.

Asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai penjuru. Warga berlarian menyelamatkan anggota keluarga, anak-anak, lansia, dokumen penting, serta barang berharga yang masih sempat mereka bawa. Sebagian warga hanya bisa menyaksikan kobaran api melahap rumah yang telah mereka huni selama bertahun-tahun.

Rumah-rumah panggung berbahan kayu membuat kobaran api merambat sangat cepat. Tiupan angin memperbesar kobaran sehingga warga kesulitan mengendalikan api dengan peralatan seadanya. Dalam hitungan menit, api menjalar dari satu bangunan ke bangunan lain dan mengubah kawasan permukiman adat menjadi lautan api.

Petugas Berpacu dengan Waktu Menyelamatkan Kawasan Adat

Warga berusaha memadamkan api sebelum bantuan datang. Namun, besarnya kobaran membuat upaya tersebut tidak mampu menghentikan penyebaran api.

Tim Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, aparat TNI-Polri, pemerintah Kecamatan Cisolok, serta para relawan segera mengerahkan personel menuju lokasi. Mereka memusatkan upaya pada pemadaman api sekaligus melindungi bangunan yang masih dapat diselamatkan agar kebakaran tidak menjalar lebih luas.

Ini Belum Selesai

Nelayan Kecil Kehilangan Solar, Kapal Besar Dapat BBM Murah

Kekeringan Ekstrem di Gunungkidul, Warga Jual Ternak Demi Air

Petugas harus menghadapi akses menuju lokasi yang terbatas, material bangunan yang mudah terbakar, serta kobaran api yang terus membesar akibat terpaan angin. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit dan membutuhkan koordinasi dari berbagai unsur penanganan bencana.

BPBD Selidiki Penyebab Kebakaran dan Data Kerusakan

Hingga Sabtu sore, BPBD Kabupaten Sukabumi masih mendata jumlah rumah yang hangus serta warga yang terdampak. Pendataan sementara menunjukkan puluhan rumah adat mengalami kerusakan berat, sementara ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

Tim penyelidik juga menelusuri sumber api untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, tetapi petugas masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti di lapangan sebelum menyimpulkan penyebab pasti.

Meski kebakaran berlangsung hebat, seluruh warga berhasil menyelamatkan diri sehingga peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Setelah petugas mengendalikan kobaran api, warga mengungsi ke rumah kerabat dan lokasi yang lebih aman sambil menunggu bantuan dari pemerintah.

Pemerintah Fokus Memenuhi Kebutuhan Penyintas

BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera membuka posko darurat untuk melayani para penyintas. Petugas mencatat identitas korban, menginventarisasi kerusakan bangunan, serta menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, dan kebutuhan pokok lainnya.

Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan lanjutan agar warga segera memperoleh tempat tinggal sementara. Di sisi lain, relawan membantu proses evakuasi, mendistribusikan bantuan, serta memberikan pendampingan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.

Kebakaran Mengancam Warisan Budaya Kasepuhan

Bagi masyarakat Kasepuhan Cipta Mulya, rumah adat bukan sekadar bangunan untuk berteduh. Setiap rumah menyimpan nilai sejarah, filosofi kehidupan, serta identitas budaya yang terus mereka pelihara dari generasi ke generasi. Keberadaan rumah-rumah tersebut juga menjadi simbol keberlanjutan tradisi masyarakat adat di Sukabumi.

Karena itu, kebakaran ini tidak hanya menghanguskan puluhan rumah, tetapi juga mengancam ruang hidup yang selama ini menjaga warisan budaya masyarakat Kasepuhan. Kehilangan bangunan adat berarti kehilangan sebagian jejak sejarah yang telah bertahan selama puluhan tahun.

Musibah ini menjadi pengingat bahwa kawasan adat memerlukan perlindungan yang lebih kuat, tidak hanya dari ancaman bencana, tetapi juga dari risiko yang muncul akibat perkembangan infrastruktur modern, termasuk instalasi kelistrikan di lingkungan permukiman tradisional.

Kini, masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pihak menghadapi pekerjaan besar. Mereka harus membangun kembali rumah-rumah yang hangus, memulihkan kehidupan ratusan warga terdampak, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya Kasepuhan Cipta Mulya tetap hidup di tengah cobaan yang mereka hadapi. @dimas

Tags: Kampung AdatKasepuhan Cipta MulyakebakaranRumah AdatSukabumiwarisan budaya

Kamu Melewatkan Ini

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

Seni dalam Kain: Merawat Warisan, Menolak Dilupakan

by dimas
Juli 18, 2026

Film dokumenter Seni dalam Kain mengangkat perjuangan Joko menjaga Batik Athanissa sebagai warisan budaya Madiun di tengah perubahan zaman. Tabooo.id...

Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

Rujak Cingur: Warisan Budaya yang Kehilangan Filosofi

by dimas
Juli 17, 2026

Rujak cingur bukan sekadar kuliner khas Surabaya, tetapi warisan budaya yang lahir dari kreativitas rakyat. Di balik popularitasnya, filosofi dan...

Kalau Polisi Harus Membangun Sekolah, Negara Sedang Sibuk Membangun Apa?

Kalau Polisi Harus Membangun Sekolah, Negara Sedang Sibuk Membangun Apa?

by teguh
Juli 17, 2026

Pagi di pelosok Sukabumi selalu datang dengan cara yang sederhana. Kabut turun perlahan, jalanan tanah mulai dipenuhi langkah anak-anak yang...

Next Post
Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

Dapur Umum: Garis Depan yang Jarang Masuk Sejarah

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id