Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bantengan: Ritual, Adrenalin, dan Nafas Leluhur

by teguh
Mei 8, 2026
in Culture
A A
Home Lifestyle
Share on FacebookShare on Twitter

Dari Debu Lapangan ke Denyut Festival

Tabooo.id: Lifestyle – Suara gamelan bergetar di udara, diikuti derap kaki banteng hitam yang berayun di tengah lapangan. Dua pemuda di dalamnya tampak menyatu dengan gerakan hewan yang mereka mainkan. Sorak penonton, anak-anak yang berlari di pinggir arena, dan aroma tanah basah menciptakan suasana yang nyaris sakral.
Inilah Bantengan, kesenian rakyat yang lahir di Mojokerto dan tumbuh dari tanah, peluh, serta keyakinan masyarakatnya. Ia bukan sekadar pertunjukan, tapi perwujudan dari roh kolektif: keberanian, kekuatan, dan perlindungan.

Di era ketika manusia lebih sering menatap layar daripada langit sore, Bantengan masih berdiri tegak menari di antara tradisi dan modernitas.

Jejak Leluhur dan Nafas Magi

Asal muasal Bantengan menuntun kita kembali ke Desa Made, Kecamatan Pacet, tempat di mana gunung, sungai, dan sawah seakan bersekongkol melahirkan ritual. Dulu, pertunjukan ini bukan untuk hiburan, melainkan sebagai bentuk doa.
Banteng dipercaya sebagai dewa pelindung, makhluk yang menolak bala dan mengusir mara bahaya. Ia bukan sekadar hewan kuat, tapi simbol penjaga yang setia pada manusia.

Dua pemain di dalamnya membentuk satu tubuh: depan memegang kepala, belakang menjadi kaki. Mereka bergerak dalam harmoni seperti yin dan yang memperlihatkan kesatuan dua jiwa dalam satu roh.
Musiknya bukan sekadar irama syair dan tabuhan gongnya mengandung mantra. Ada nuansa kanuragan (ilmu tenaga dalam) yang berkelindan di sana, membuat batas antara manusia dan roh terasa kabur.

Banteng di Era Reels dan Hashtag

Lalu, apa jadinya Bantengan di zaman TikTok dan Insta Story?
Ternyata, ia tak punah. Ia justru menjelma jadi tontonan visual yang memikat. Pemuda-pemuda lokal kini mengemas pertunjukan ini dengan lighting warna-warni dan musik remix gamelan. Klipnya tersebar di media sosial, membuat warganet terpukau: “Gila, ini kayak cosplay tapi versi budaya!”

Ini Belum Selesai

Kenapa Kucumbu Tubuh Indahku Membuat Banyak Orang Tidak Nyaman?

Amir Syarifuddin: Tokoh Komunis yang Membawa Injil saat Eksekusi

Fenomena ini menarik. Di satu sisi, Bantengan tetap sakral, tapi di sisi lain ia membuka diri pada era digital.
Ada semacam dialog antar generasi di sini antara kakek yang dulu jadi penabuh gamelan dan cucunya yang sekarang jadi content creator.
Mereka berbeda bahasa, tapi berbagi semangat yang sama melestarikan roh banteng dalam tubuh baru bernama internet.

Maskulinitas, Magi, dan Identitas

Bantengan adalah panggung di mana maskulinitas tradisional diuji dan dimaknai ulang. Dua lelaki harus bergerak seirama, saling percaya, saling menopang. Tak ada yang lebih dominan hanya koordinasi dan kebersamaan.
Di tengah budaya yang sering menilai laki-laki dari kekuasaan dan otot, Bantengan menawarkan versi lain kekuatan yang lahir dari harmoni.

Seni ini juga mengajarkan tentang relasi manusia dengan alam dan roh. Dalam setiap hentakan kaki, ada doa agar bumi tetap subur. Dalam setiap gerakan kepala banteng, ada simbol perlawanan terhadap marabahaya.
Bantengan mengingatkan kita bahwa seni rakyat bukan nostalgia tapi cermin jiwa kolektif yang masih relevan di tengah modernitas yang cepat dan sering kehilangan arah.

Ketika Banteng Menunduk, Kita Belajar Merunduk

Mungkin di balik topeng banteng itu, para pemain sedang menertawakan dunia yang terlalu sibuk mencari makna lewat algoritma.
Bantengan hadir untuk mengingatkan bahwa kekuatan sejati bukan soal siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling selaras.

Dan setiap kali banteng itu menunduk di akhir tarian, ia seakan berkata “Yang kuat bukan yang menanduk, tapi yang tahu kapan harus menunduk.” @teguh

Tags: BudayaEra DigitalIdentitasLeluhurModernitasRitualSimbolTikTok

Kamu Melewatkan Ini

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

Fashion 2026: Ini Bukan Lagi Soal Gaya, Tapi Cara Kamu Bertahan

by Naysa
Mei 8, 2026

Dulu, fashion cuma soal terlihat keren. Sekarang, itu sudah tidak cukup. Tahun 2026 mengubah semuanya, baju bukan lagi sekadar gaya,...

Celurit Ke Layar Global: Identitas, Estetika, dan Siapa yang Sebenarnya Bercerita?

Celurit Ke Layar Global: Identitas, Estetika, dan Siapa yang Sebenarnya Bercerita?

by teguh
Mei 5, 2026

Seorang aktor Indonesia berdiri tegap di sebuah frame, menggenggam celurit dengan tenang. Namun, ia tidak berada di ladang Madura. Bukan...

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

Ketika Celurit Naik Kelas: Dari Ladang Madura ke Layar Hollywood

by teguh
Mei 5, 2026

Awalnya terlihat biasa. Namun, saat kamu perhatikan lebih lama, frame itu terasa janggal. Joe Taslim berdiri rapi, tenang, dan percaya...

Next Post
Janji di Atas Awan: Mitos Kolo Dete dan Anak-Anak Gimbal dari Dieng

Janji di Atas Awan: Mitos Kolo Dete dan Anak-Anak Gimbal dari Dieng

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id