Minggu, September 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Avtur Meroket, Maskapai Terjepit, Rakyat Siap Menjerit

by dimas
April 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Konflik di Timur Tengah mulai terasa langsung di sektor penerbangan Indonesia. Per 1 April 2026, harga avtur melonjak tajam dan menekan biaya operasional maskapai.

Harga avtur domestik naik dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp 23.551,08 per liter pada April 2026. Kenaikan ini mencapai 72,45 persen. Harga avtur internasional juga ikut meroket. Angkanya naik 80,32 persen, dari 0,742 dolar AS menjadi 1,338 dolar AS per liter.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, menyebut kenaikan ini sudah terprediksi.

“Seperti sudah kami perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Jika dibandingkan dengan 2019, lonjakan ini jauh lebih tajam. Saat itu, harga avtur domestik masih Rp 7.970 per liter. Artinya, kenaikan kini sudah mendekati 295 persen.

Ini Belum Selesai

Abdon Kisamdu Ditangkap di Yahukimo, Dugaan Transaksi Senjata Jadi Sorotan

Produk Taktikal Indonesia Dilirik Militer Yordania, Sampel Jadi Ujian Pertama

Maskapai Tertekan, Tarif Diminta Disesuaikan

Lonjakan harga avtur langsung menekan maskapai. Bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional. Angka ini membuat ruang gerak maskapai makin sempit.

INACA mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif batas atas penerbangan domestik. Asosiasi juga meminta kenaikan fuel surcharge.

“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar avtur dan tarif batas atas penerbangan domestik,” tambahnya.

Sebelumnya, INACA mengusulkan kenaikan tarif sebesar 15 persen. Namun, lonjakan terbaru membuat usulan itu perlu dikaji ulang.

Denon menegaskan penyesuaian tarif menjadi langkah mendesak.

“Penyesuaian perlu segera diberlakukan agar maskapai penerbangan dapat tetap beroperasi dengan tetap menjaga keselamatan penerbangan (safety insurance), serta menjaga finansial maskapai agar tetap bisa beroperasi (business sustainability) dan menyediakan konektivitas transportasi udara nasional,” tegasnya.

Garuda Pilih Efisiensi untuk Bertahan

PT Garuda Indonesia Tbk merespons tekanan ini dengan langkah efisiensi. Perusahaan fokus mengendalikan biaya dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menjelaskan strategi tersebut.

“Langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Manajemen juga menjaga struktur biaya dan likuiditas. Mereka terus mengevaluasi berbagai opsi mitigasi. Thomas menegaskan bahwa bahan bakar tetap menjadi komponen biaya terbesar.

“Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan,” tambahnya.

Garuda memastikan operasional tetap berjalan. Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kami memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” pungkasnya.

Penumpang Jadi Pihak Paling Terdampak

Kenaikan biaya operasional hampir pasti berujung pada kenaikan harga tiket. Penumpang menjadi pihak yang paling terdampak dari situasi ini.

Masyarakat yang bergantung pada transportasi udara kini harus bersiap menghadapi biaya perjalanan yang lebih mahal. Tekanan ini terasa berat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Jika pemerintah menyetujui penyesuaian tarif, harga tiket akan kembali naik. Beban itu pada akhirnya jatuh ke masyarakat.

Dari konflik di Timur Tengah, dampaknya menjalar hingga ke Indonesia. Rantai efeknya sederhana tapi menyakitkan harga minyak naik, avtur ikut melonjak, lalu tiket pesawat ikut terkerek dan dompet penumpang kembali jadi korban. @dimas

Tags: AvturBBMDampakDompetEkonomi IndonesiaGlobalHargaKrisis GlobalMelonjakNaikPesawatrakyatTiket

Kamu Melewatkan Ini

Kaltim Tertekan dari Asap, Air hingga BBM: Ke Mana Pemerintah?

Kaltim Tertekan dari Asap, Air hingga BBM: Ke Mana Pemerintah?

by dimas
September 18, 2026

Kaltim tertekan oleh asap karhutla, ancaman krisis air, dan antrean BBM. Warga menanti kehadiran pemerintah menyelesaikan masalah. Tabooo.id - Pagi...

Benarkah Pertalite Turun Jadi Rp7.000? Ini Faktanya

Benarkah Pertalite Turun Jadi Rp7.000? Ini Faktanya

by eko
September 3, 2026

Benarkah Pertalite turun jadi Rp7.000? Cek fakta klaim Prabowo dan Purbaya serta harga Pertalite yang masih Rp10.000 per liter. Tabooo.id:...

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

Negara Menguasai Sumber Daya, Rakyat Dapat Apa?

by dimas
Agustus 23, 2026

Negara memiliki mandat untuk menguasai sumber daya strategis. Namun, mandat itu bukan sekadar soal izin, regulasi, atau kepemilikan. Ukuran akhirnya...

Next Post
Bukan Film Horor Biasa, “Ghost in The Cell” Go Global!

Bukan Film Horor Biasa, "Ghost in The Cell" Go Global!

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id