Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Avtur Meroket, Maskapai Terjepit, Rakyat Siap Menjerit

by dimas
April 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Konflik di Timur Tengah mulai terasa langsung di sektor penerbangan Indonesia. Per 1 April 2026, harga avtur melonjak tajam dan menekan biaya operasional maskapai.

Harga avtur domestik naik dari Rp 13.656,51 per liter pada Maret 2026 menjadi Rp 23.551,08 per liter pada April 2026. Kenaikan ini mencapai 72,45 persen. Harga avtur internasional juga ikut meroket. Angkanya naik 80,32 persen, dari 0,742 dolar AS menjadi 1,338 dolar AS per liter.

Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA), Denon Prawiraatmadja, menyebut kenaikan ini sudah terprediksi.

“Seperti sudah kami perkirakan sebelumnya, harga avtur akan naik mengikuti harga di tingkat global karena imbas krisis geopolitik di Timur Tengah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Jika dibandingkan dengan 2019, lonjakan ini jauh lebih tajam. Saat itu, harga avtur domestik masih Rp 7.970 per liter. Artinya, kenaikan kini sudah mendekati 295 persen.

Ini Belum Selesai

Jogja Financial Festival Dibuka: Literasi Keuangan atau Bahaya Utang Digital?

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Maskapai Tertekan, Tarif Diminta Disesuaikan

Lonjakan harga avtur langsung menekan maskapai. Bahan bakar menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional. Angka ini membuat ruang gerak maskapai makin sempit.

INACA mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif batas atas penerbangan domestik. Asosiasi juga meminta kenaikan fuel surcharge.

“Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah untuk segera melakukan penyesuaian kenaikan biaya tambahan bahan bakar avtur dan tarif batas atas penerbangan domestik,” tambahnya.

Sebelumnya, INACA mengusulkan kenaikan tarif sebesar 15 persen. Namun, lonjakan terbaru membuat usulan itu perlu dikaji ulang.

Denon menegaskan penyesuaian tarif menjadi langkah mendesak.

“Penyesuaian perlu segera diberlakukan agar maskapai penerbangan dapat tetap beroperasi dengan tetap menjaga keselamatan penerbangan (safety insurance), serta menjaga finansial maskapai agar tetap bisa beroperasi (business sustainability) dan menyediakan konektivitas transportasi udara nasional,” tegasnya.

Garuda Pilih Efisiensi untuk Bertahan

PT Garuda Indonesia Tbk merespons tekanan ini dengan langkah efisiensi. Perusahaan fokus mengendalikan biaya dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menjelaskan strategi tersebut.

“Langkah-langkah tersebut mencakup optimalisasi pengelolaan bahan bakar serta efisiensi biaya operasional, sebagai upaya menjaga keseimbangan terhadap potensi tekanan kinerja akibat kenaikan harga avtur,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Manajemen juga menjaga struktur biaya dan likuiditas. Mereka terus mengevaluasi berbagai opsi mitigasi. Thomas menegaskan bahwa bahan bakar tetap menjadi komponen biaya terbesar.

“Hal ini sejalan dengan karakteristik biaya bahan bakar sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam struktur biaya operasional penerbangan,” tambahnya.

Garuda memastikan operasional tetap berjalan. Perusahaan juga memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Kami memandang bahwa penguatan ekosistem industri melalui kerja sama dan sinergi yang lebih erat dengan para pemangku kepentingan di sektor aviasi nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga resiliensi industri penerbangan di tengah tekanan global saat ini,” pungkasnya.

Penumpang Jadi Pihak Paling Terdampak

Kenaikan biaya operasional hampir pasti berujung pada kenaikan harga tiket. Penumpang menjadi pihak yang paling terdampak dari situasi ini.

Masyarakat yang bergantung pada transportasi udara kini harus bersiap menghadapi biaya perjalanan yang lebih mahal. Tekanan ini terasa berat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Jika pemerintah menyetujui penyesuaian tarif, harga tiket akan kembali naik. Beban itu pada akhirnya jatuh ke masyarakat.

Dari konflik di Timur Tengah, dampaknya menjalar hingga ke Indonesia. Rantai efeknya sederhana tapi menyakitkan harga minyak naik, avtur ikut melonjak, lalu tiket pesawat ikut terkerek dan dompet penumpang kembali jadi korban. @dimas

Tags: AvturBBMDampakDompetEkonomi IndonesiaGlobalHargaKrisis GlobalMelonjakNaikPesawatrakyatTiket

Kamu Melewatkan Ini

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

Ekonomi Tumbuh, Publik Tetap Gelisah: Data Negara vs Realita TikTok

by dimas
Mei 22, 2026

Data ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen, tetapi publik tetap merasa hidup semakin berat. Purbaya menilai media sosial ikut membentuk keresahan...

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Next Post
Bukan Film Horor Biasa, “Ghost in The Cell” Go Global!

Bukan Film Horor Biasa, "Ghost in The Cell" Go Global!

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id