Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

BMKG Jelaskan Penyebab Udara Panas di Jateng: Pergerakan Semu Matahari

by dimas
Maret 13, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Warga di sejumlah wilayah Jawa Tengah, terutama Kabupaten Cilacap, mulai merasakan suhu udara yang lebih panas dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh pergerakan semu Matahari yang secara bertahap bergerak menuju belahan bumi utara.

Fenomena tersebut membuat intensitas penyinaran Matahari meningkat di wilayah Indonesia, termasuk Cilacap dan daerah sekitarnya.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan cuaca cerah dengan tutupan awan yang minim memperkuat efek panas tersebut.

“Berdasarkan pantauan citra satelit hingga pukul 14.00 WIB, tutupan awan sangat minim sehingga sinar Matahari langsung mencapai permukaan bumi dan membuat udara terasa lebih panas,” ujar Teguh, Kamis (12/3/2026).

Suhu Terasa Panas, Tetapi Masih Normal

BMKG mencatat suhu udara maksimum di wilayah Cilacap pada 12 Maret 2026 mencapai sekitar 32,6 derajat Celsius. Angka ini memang terasa panas bagi masyarakat, tetapi masih berada dalam kisaran normal.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Data klimatologi menunjukkan bahwa suhu maksimum di Cilacap pernah mencapai 35,3 derajat Celsius pada Maret 2012. Karena itu, suhu saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi tersebut.

Teguh menegaskan bahwa suhu udara saat ini masih berkisar di angka 33 derajat Celsius. Kondisi ini masih sesuai dengan pola klimatologi wilayah Cilacap.

Meski demikian, BMKG memprediksi suhu udara berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan semu Matahari yang terus bergerak ke utara meningkatkan intensitas radiasi Matahari di wilayah Indonesia.

Angin Barat Masih Mendominasi

Selain radiasi Matahari, pola angin juga memengaruhi kondisi cuaca di wilayah Cilacap. Saat ini angin masih bertiup dominan dari arah barat dengan kecepatan sekitar 5 hingga 30 kilometer per jam.

Pola angin ini memengaruhi distribusi awan dan kelembapan udara di kawasan pesisir selatan Jawa Tengah.

BMKG juga mencatat bahwa wilayah Cilacap dan sekitarnya mengalami tujuh hari hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hingga 12 Maret 2026.

Artinya, meski suhu udara terasa panas pada siang hari, peluang hujan masih tetap ada. Teguh memperkirakan cuaca dalam beberapa hari ke depan cenderung cerah hingga berawan dengan suhu maksimum sekitar 33 derajat Celsius.

Musim Hujan Belum Berakhir

BMKG juga memperkirakan curah hujan bulanan di wilayah Cilacap masih cukup tinggi selama Maret 2026. Wilayah tengah, timur, dan selatan Cilacap berpotensi menerima curah hujan antara 151 hingga 300 milimeter per bulan.

Sementara itu, wilayah barat Cilacap berpotensi menerima curah hujan yang lebih tinggi, yakni sekitar 301 hingga 400 milimeter per bulan.

Data ini menunjukkan bahwa musim hujan masih berlangsung meski intensitas panas mulai meningkat.

Tanda Awal Peralihan Musim

BMKG belum melihat sinyal kuat yang menandakan masa transisi menuju musim kemarau. Namun sejumlah indikator cuaca mulai menunjukkan perubahan pola atmosfer.

Teguh memperkirakan masa peralihan musim mulai terasa pada dasarian ketiga Maret atau menjelang akhir bulan.

Jika pola ini berlanjut, sebagian wilayah Indonesia termasuk Pulau Jawa berpotensi memasuki musim kemarau lebih awal pada April 2026.

Bagi masyarakat, perubahan ini biasanya terasa lewat suhu siang hari yang semakin panas, sementara hujan turun lebih jarang meski belum sepenuhnya berhenti.

Pada akhirnya, cuaca panas yang terasa hari ini belum menandakan datangnya kemarau. Namun kondisi itu menjadi pengingat bahwa perubahan musim selalu datang perlahan dan sering kali terasa lebih dulu di kulit warga sebelum benar-benar tercatat dalam data iklim. @dimas

Tags: bmkgCuacaIklimJawa TengahMusimNasionalPanasPerubahan

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

Pemalang Kering Tiga Bulan: 10.764 KK Menunggu Air, Ketahanan Sistem Diuji

by teguh
September 26, 2026

Pemalang kering tiga bulan tanpa kepastian air mengubah kemarau menjadi persoalan sehari-hari bagi ribuan keluarga di Pemalang, Jawa Tengah. Tabooo.id...

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang, 10.764 KK Kini Bergantung pada Kiriman Air

by teguh
September 26, 2026

Kekeringan Tiga Bulan di Pemalang masih berlansung dan air bersih yang biasanya tinggal membuka keran kini berubah menjadi barang yang...

Next Post
Screening Film “Senin Harga Naik” di Solo: Kisah Keluarga yang Dekat dengan Realita

Screening Film “Senin Harga Naik” di Solo: Kisah Keluarga yang Dekat dengan Realita

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id