Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Semeru Empat Kali Erupsi Pagi Ini, Warga Diminta Jauhi Radius Bahaya

by dimas
Maret 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat empat kali erupsi, Kamis (12/3/2026) pagi.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.27 WIB. Namun petugas tidak dapat mengamati visual letusan karena kondisi gelap dan tertutup kabut.

Empat menit kemudian, tepatnya pukul 00.31 WIB, Semeru kembali meletus. Letusan kedua juga tidak terlihat secara visual dari Pos Pengamatan Gunung Semeru.

Aktivitas vulkanik baru terlihat jelas menjelang pagi. Pada pukul 05.28 WIB, gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut itu kembali erupsi dengan kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengatakan kolom abu tampak berwarna putih hingga kelabu.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara,” kata Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.

Letusan Terjadi Beruntun

Tidak lama setelah letusan ketiga, Semeru kembali memuntahkan material vulkanik. Pada pukul 05.46 WIB, gunung itu kembali erupsi dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak.

Meski tidak sebesar letusan sebelumnya, aktivitas ini menunjukkan bahwa tekanan magma di dalam perut gunung masih aktif.

Semeru memang dikenal sebagai gunung api dengan aktivitas erupsi yang relatif sering. Namun setiap peningkatan aktivitas tetap memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

Status Siaga Masih Berlaku

Saat ini Gunung Semeru masih berada pada status aktivitas vulkanik Level III atau Siaga. Status ini menunjukkan potensi erupsi masih cukup tinggi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan bagi masyarakat di sekitar gunung.

PVMBG melarang warga melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Kawasan ini menjadi jalur utama aliran awan panas dan material vulkanik saat erupsi.

Selain itu, masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Area tersebut berpotensi terkena aliran lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak.

PVMBG juga melarang aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini rawan terkena lontaran batu pijar saat terjadi erupsi.

Ancaman Awan Panas dan Lahar

Selain lontaran material vulkanik, warga juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar hujan.

Ancaman tersebut dapat mengalir melalui sejumlah sungai yang berhulu langsung dari puncak Semeru.

Beberapa jalur yang perlu diwaspadai antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sungai-sungai kecil yang menjadi anak aliran Besuk Kobokan juga berpotensi membawa lahar jika hujan turun di kawasan puncak.

Bagi masyarakat di Lumajang dan wilayah sekitarnya, aktivitas Semeru bukan sekadar fenomena alam. Gunung ini berada sangat dekat dengan permukiman dan lahan pertanian warga.

Karena itu setiap erupsi selalu membawa dua rasa sekaligus: kagum pada kekuatan alam, dan cemas pada kemungkinan bencana.

Di kaki gunung, kehidupan tetap berjalan. Namun setiap kali Semeru batuk dan memuntahkan abu, satu pertanyaan selalu muncul di benak warga: seberapa lama gunung ini akan terus bersuara? @dimas

Tags: Awan PanasBahayabencanaerupsiGunung SemeruInfoJawa TimurLaharLetusanPVMBGsiagaTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

BBM Tersendat, ASN WFH Jadi Jawaban: Bagaimana dengan Akar Masalahnya?

by teguh
Oktober 19, 2026

BBM tersendat Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Jember kembali mengganggu mobilitas masyarakat. Di...

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

by teguh
Oktober 19, 2026

Antrean BBM belum normal, aktivitas masyarakat ikut terganggu. Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kembali menerapkan kebijakan untuk ASN Jember WFH...

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

PHK Dulu, Satgas PHK Kemudian: Sistem Kita Memang Suka Episode Berikutnya

by teguh
Oktober 8, 2026

5.400 pekerja Jatim tercatat terdampak PHK hingga 01/09/2026. Satgas PHK pencegahan kini disiapkan. Pertanyaannya kenapa alarm baru terdengar setelah asap...

Next Post
Serangan Gabungan Iran dan Hizbullah Mengguncang Israel

Serangan Gabungan Iran dan Hizbullah Mengguncang Israel

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id