Tabooo.id: Bisnis – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (11/3/2026) dengan penguatan. Pada sesi pembukaan, indeks utama Bursa Efek Indonesia itu naik 43,86 poin atau sekitar 0,59 persen dan berada di level 7.484,77.
Kenaikan ini melanjutkan sentimen positif yang muncul pada perdagangan sebelumnya ketika IHSG berhasil menutup hari di zona hijau. Pergerakan awal ini memberi sinyal bahwa pelaku pasar masih memiliki optimisme terhadap kondisi pasar domestik.
Selain IHSG, indeks LQ45 yang berisi saham-saham dengan likuiditas tinggi juga ikut menguat. Pada awal perdagangan, indeks tersebut naik 3,81 poin atau sekitar 0,50 persen ke posisi 763,75.
Aktivitas Perdagangan Mulai Ramai
Sejak pembukaan pasar, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia langsung menunjukkan pergerakan yang cukup aktif. Investor melakukan transaksi sekitar 1,9 miliar saham dengan nilai perdagangan yang mendekati Rp950 miliar.
Frekuensi transaksi juga mencapai sekitar 115 ribu kali pada awal sesi. Angka ini menunjukkan bahwa pelaku pasar langsung merespons sentimen positif sejak perdagangan dimulai.
Di lantai bursa, mayoritas saham bergerak naik. Ratusan saham berada di zona hijau, sementara sebagian lainnya mengalami pelemahan atau bergerak stagnan.
Dominasi saham yang menguat membuat IHSG mampu mempertahankan tren positif sejak awal perdagangan.
Saham Bank dan Energi Dorong Penguatan
Penguatan IHSG pada pagi hari terutama datang dari saham-saham berkapitalisasi besar. Sektor perbankan menjadi salah satu motor utama pergerakan indeks.
Beberapa saham bank besar yang mendorong kenaikan indeks antara lain BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Saham-saham tersebut bergerak naik seiring meningkatnya minat beli investor terhadap sektor keuangan.
Selain perbankan, sektor energi dan komoditas juga memberi dorongan signifikan terhadap pergerakan indeks. Saham-saham tambang seperti ADRO, PTBA, dan ITMG mencatat kenaikan pada awal perdagangan.
Kenaikan ini tidak lepas dari stabilnya harga komoditas global yang masih memberikan dukungan terhadap prospek kinerja perusahaan tambang.
Di luar dua sektor tersebut, beberapa saham teknologi dan telekomunikasi juga ikut menguat. Saham GOTO, TLKM, dan EXCL mencatat kenaikan tipis yang turut menjaga pergerakan indeks tetap berada di zona hijau.
Sebagian Besar Sektor Bergerak Positif
Jika dilihat secara sektoral, sebagian besar sektor indeks memulai perdagangan dengan arah positif. Sektor energi, keuangan, dan infrastruktur menjadi penopang utama penguatan IHSG.
Namun demikian, tidak semua sektor bergerak agresif. Beberapa sektor lain seperti kesehatan dan properti menunjukkan pergerakan yang lebih terbatas pada awal perdagangan.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pelaku pasar masih selektif dalam memilih saham, terutama pada sektor yang dinilai memiliki prospek kinerja lebih kuat.
Pasar Masih Mengamati Sentimen Global
Secara teknikal, kemampuan IHSG bertahan di atas level 7.450 menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat dari pelaku pasar. Level tersebut kini menjadi area penopang jangka pendek bagi pergerakan indeks.
Jika momentum penguatan terus berlanjut, IHSG berpotensi menguji area resistance berikutnya di kisaran 7.520 hingga 7.550.
Meski demikian, investor masih mencermati berbagai sentimen eksternal yang dapat memengaruhi arah pasar. Pergerakan pasar saham global, kebijakan suku bunga bank sentral, serta dinamika harga komoditas dunia menjadi faktor yang terus dipantau.
Karena itu, analis memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini masih akan fluktuatif meski memiliki kecenderungan menguat.
Bagi sebagian masyarakat, naik turunnya IHSG mungkin hanya terlihat sebagai angka di layar perdagangan. Namun bagi jutaan investor ritel yang menaruh tabungan di pasar saham, setiap pergerakan indeks sering terasa seperti membaca suhu ekonomi kadang hangat memberi harapan, kadang juga cukup panas untuk membuat jantung berdebar. @dimas




