Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Forum Penataan Ruang Ancam Segel Pabrik Sintec

by dimas
Februari 12, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Pembangunan pabrik alas kaki PT Sintec Industri Indonesia di Desa Kartoharjo, Ngawi, memicu polemik serius. Proyek yang mulai berjalan sejak Mei 2025 itu hampir rampung. Namun di balik geliat investasi asing tersebut, warga sekitar justru menanggung dampak langsung.

Sejumlah petani melaporkan sawah mereka kebanjiran. Air meluap setelah saluran yang dibangun di area proyek tidak berfungsi optimal. Akibatnya, tanaman rusak dan panen gagal. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian, kerugian itu bukan sekadar angka melainkan ancaman pada penghasilan keluarga.

Keluhan Warga Berujung Mediasi Resmi

Kepala Desa Kartoharjo, Sujarwono, mengaku menerima keluhan warga sejak beberapa bulan lalu. Ia langsung berkoordinasi dengan pelaksana proyek pada November 2025. Namun hingga kini, ia menilai perusahaan belum memberi solusi konkret.

Karena itu, ia melaporkan persoalan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Ngawi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kemudian memanggil pihak perusahaan untuk mediasi di kantor PUPR, Kamis (12/2/2026). Forum Penataan Ruang (FPR) juga ikut dalam pertemuan tersebut.

Kepala Bidang Tata Ruang PUPR Ngawi, Jarot Kusumo Yudho, membenarkan pemanggilan itu. Ia menyatakan pihaknya menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mempertemukan investor dan pemangku kepentingan daerah.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Menurut Jarot, timnya menemukan indikasi kesalahan teknis dalam pembangunan saluran yang berpotensi memicu banjir dan longsor di area belakang proyek. Ia meminta perusahaan segera memperbaiki sistem drainase agar dampak tidak meluas.

Investasi Tak Boleh Rugikan Lingkungan

Pemerintah daerah menegaskan tidak menolak investasi. Namun mereka menuntut perusahaan mematuhi aturan tata ruang dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Jarot menekankan bahwa pemerintah telah memberi kemudahan perizinan. Karena itu, investor wajib menyesuaikan pembangunan dengan regulasi daerah. Ia memberi tenggat waktu tujuh hari kepada PT Sintec untuk menunjukkan langkah perbaikan.

Jika perusahaan tidak bergerak, PUPR akan melayangkan teguran bertahap hingga merekomendasikan pencabutan izin. PUPR memang hanya dapat memberi rekomendasi. Namun Satpol PP sebagai penegak Perda siap menindaklanjuti.

Kabid Perda Satpol PP Ngawi, Sukoco Esaputra, menyatakan pihaknya siap menyegel atau menutup pabrik jika rekomendasi resmi keluar.

Petani di Garis Depan Dampak

Di tengah tarik-menarik antara investasi dan regulasi, petani menjadi kelompok paling terdampak. Mereka kehilangan hasil panen dan menghadapi risiko kerugian berulang jika sistem saluran tidak diperbaiki. Sementara itu, proyek pabrik menjanjikan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi Ngawi.

Pemerintah kini berada di posisi krusial. Mereka harus menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Jika gagal, konflik serupa bisa terulang di proyek lain.

Investasi memang dibutuhkan daerah. Namun ketika sawah lebih dulu terendam sebelum pabrik beroperasi, publik berhak bertanya: pembangunan ini sebenarnya untuk siapa? @Esaputra-Ngawi

Tags: AsingDaerahEkonomi IndonesiaInvestasiIsuLingkunganngawiPetaniTata RuangTerdampak

Kamu Melewatkan Ini

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

Karhutla Kalimantan Berulang: Kenapa Selalu Datang Setelah Api Membesar?

by teguh
Agustus 21, 2026

Musim kering belum selesai, tetapi asap kembali menjadi cerita Karhutla Kalimantan. Per 19/08/2026, data BNPB yang disampaikan Wakil Ketua Komisi...

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Investasi

by eko
Agustus 21, 2026

Ruben Onsu jadi tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan investasi. Polisi mengungkap kronologi perkara yang bermula dari tawaran usaha. Tabooo.id:...

Next Post
Marquez Bocorkan Grid 2027: Alex ke Ducati, Dirinya Pilih Libur?

Marquez Bocorkan Grid 2027: Alex ke Ducati, Dirinya Pilih Libur?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id